Taman Geger Cilegon, Tonggak Pengingat Perlawanan Rakyat Cilegon Melawan Penjajah
aman Geger Cilegon ini bisa dijadikan sebagai sarana edukasi untuk masyarakat agar lebih menghargai jasa para pejuang yang sudah berkorban untuk kota
Penulis: Khairul Maarif | Editor: Yudhi Maulana A
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Khairul Ma'arif
TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Taman Geger Cilegon terletak tepat di tengah pusat Kota Cilegon.
Lokasinya berdampingan dengan Kodim 0623/Cilegon di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Ramanuju, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon.
Dari pantauan TribunBanten.com, Minggu (8/8/2021) Taman Geger Cilegon ini terdapat sebuah monumen berwarna kuning dengan tiga patung manusia mengenakan pakaian yang berbeda-beda.
Ada satu orang yang berbaju muslim memegang tongkat, berbaju tentara berpegangan senjata dan memegang bendera, dan yang bertelanjang dada sambil memegang golok menunggangi seekor macan.
"Pada tahun 2019 monument itu, direvitalisasi oleh kodim untuk mengingat betapa pentingnya nilai sejarah yang dinisbatkan pada Monumen Geger Cilegon," ujar sejarawan Cilegon, Saiful Iskandar kepada TribunBanten.com saat ditemui di lokasi, Minggu (8/8/2021).
Sejarawan yang juga menjadi Ketua Klinik Pusaka ini mengatakan Taman Geger Cilegon dibuat untuk mengingat peristiwa perlawanan rakyat Banten khususnya Cilegon kepada perlawanan penjajah Belanda.
Baca juga: Cerita Kapolres Cilegon Fans Berat AS Roma, Jadikan Sepak Bola Untuk PDKT ke Masyarakat
Dirinya meceritakan peristiwa tersebut terjadi secara berangsur-angsur di tiap daerah di Banten.
"Puncak perlawanannya terjadi di Cilegon sehingga disebut lah Geger Cilegon," tambah pria berusia 25 tahun ini.
Peristiwa ini terjadi pada 9 Juli 1888 yang dipimpin oleh dua tokoh ulama pada saat itu.
Kedua ulama tersebut ialah KH. Wasyid Beji dan KH. Tubagus Ismail Gulacir yang didukung oleh para santrinya dan jawara pada masanya.
"Monumen ini ditujukan sebagai nilai historis Cilegon dan ingatan kolektif masyarakat, betapa besar perjuangan rakyat Cilegon menentang para penjajah di tanahnya sendiri," ucap Saiful.
Selain itu, menurutnya Taman Geger Cilegon ini bisa dijadikan sebagai sarana edukasi untuk masyarakat agar lebih menghargai jasa para pejuang yang sudah berkorban untuk kota ini.
"Monumen ini tentunya penting sekali kedudukannya karena sejarag adalah guru kehidupan," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/tugu-geger-cilegon.jpg)