Breaking News:

Virus Corona

Pemerintah Resmi Cabut Peraturan Vaksinasi Covid-19 Berbayar untuk Individu

Vaksinasi Gotong Royong melalui perusahaan hanya menggunakan vaksin Sinopharm dengan sasaran sekitar 7,5 juta penduduk usia di atas 18 tahun.

Editor: Abdul Qodir
Capture YouTube Sekretariat Presiden RI
Presiden RI, Jokowi jadi orang pertama yang menerima Vaksin Covid-19 produksi Sinovac 

TRIBUNBANTEN.COM - Pemerintah melalui Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mencabut ketentuan pelaksanaan vaksinasi Gotong Royong berbayar untuk individu.

Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 23 Tahun 2021 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Permenkes tersebut ditandatangani pada 28 Juli 2021.

Permenkes ini merupaan dari Permenkes Nomor 19 Tahun 2021 yang mengatur mekanisme vaksinasi individu berbayar melalui skema Vaksinasi Gotong Royong.

"Melalui perubahan ini, maka pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tetap sama dengan mekanisme sebelumnya, yakni diberikan secara gratis kepada seluruh masyarakat Indonesia melalui Program Vaksinasi Nasional Covid-19 dan Program Vaksinasi Gotong Royong melalui perusahaan," ujar Budi dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/8/2021)

Baca juga: Presiden Jokowi Ungkap Alasan Indonesia Tak Bisa Lockdown: Sisi Ekonomi Pelan-pelan Harus Dijalankan

Vaksinasi Gotong Royong melalui perusahaan hanya menggunakan vaksin Sinopharm dengan sasaran sekitar 7,5 juta penduduk usia di atas 18 tahun.

Sementara, Program Vaksinasi Nasional Covid-19 gratis yang menggunakan Sinovac, AstraZeneca, Moderna, Pfizer, Sinopharm dan Novavax, dengan sasaran lebih dari 200 juta penduduk usia di atas 12 tahun.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi
Menteri Kesehatan Budi Gunadi (istimewa)

Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi mencabut rencana vaksinasi gotong royong individu berbayar. Langkah itu dilakukan untuk merespons banyaknya kritik dan masukan publik.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Kabinet Pramono Anung dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

Baca juga: Presiden Jokowi Batalkan Vaksinasi Berbayar, Vaksin Tetap Gratis

Dengan demikian, Pramono memastikan, vaksinasi akan tetap digratiskan bagi seluruh masyarakat.

Pramono menyebut, mekanisme vaksinasi gotong royong pun akan dilakukan seperti sedia kala.

Perusahaan bakal menanggung seluruh biaya vaksinasi bagi karyawannya. Sebelumnya, rencana pemerintah menggelar vaksinasi gotong royong individu menuai kritik publik.

Vaksinasi tersebut awalnya direncanakan akan dimulai pada 12 Juli 2021, namun tertunda.

Baca juga: Arab Saudi Izinkan Masuk Jemaah dari Luar Negeri Mulai 9 Agustus, Berikut Aturan Terbaru Umrah

Aturan mengenai vaksinasi berbayar tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 19 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Permenkes Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Menkes Hapus Aturan Vaksinasi Gotong Royong Berbayar untuk Individu dan di Kompas.com dengan judul "Jokowi Cabut Vaksinasi Berbayar, Ini Komentar Kimia Farma"

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved