Breaking News:

Melihat dari Dekat Kehidupan Anak Penderita Gizi Buruk di Kabupaten Lebak

Permasalahan gizi buruk masih dialami anak-anak di wilayah Kabupaten Lebak, Banten.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Glery Lazuardi
TribunBanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan
Uniyah (8) warga Kampung Lame Payung RT 002/001, Desa Muncang Kopong, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten tampak begitu kesakitan me Uniyah (8) warga Kampung Lame Payung RT 002/001, Desa Muncang Kopong, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten tampak begitu kesakitan menahan rasa sakit yang telah ia derita selama kurang lebih 4 tahun lamanya.nahan rasa sakit yang telah ia derita selama kurang lebih 4 tahun lamanya. 

TRIBUNBANTEN.COM - Permasalahan gizi buruk masih dialami anak-anak di wilayah Kabupaten Lebak, Banten.

Pada Juni 2021 lalu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak, Triatno Supiyono, mengungkapkan pada 2020 angka stunting di Kabupaten Lebak 9,2 persen atau 9583 anak.

Baca juga: Kisah Uniyah Bocah Asal Lebak Alami Gizi Buruk dan Penyakit Komplikasi, 4 Tahun Hanya Bisa Terbaring

Baca juga: Akhirnya Muhammad Afdil Bocah Gizi Buruk dengan Berat 5 Kg Itu Dirawat di RSUD Cilegon

TribunBanten.com berkesempatan untuk melihat dari dekat kehidupan anak gizi buruk di Lebak.

Pada Senin (9/8/2021) kemarin, TribunBanten.com mendatangi rumah Uniyah (8) di Kampung Lame Payung RT 002/001, Desa Muncang Kopong, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten.

Uniyah diketahui sudah selama empat tahun mengalami gizi buruk.

Berdasarkan pemantauan TribunBanten.com, rumah kedua orang tua Uniyah terbuat dari anyaman bambu dan kayu. Selain itu, atap rumah mulai reyot.

Di rumah itu, Uniyah tinggal bersama orang dua dan tiga orang saudara lainnya. Uniyah merupakan anak bungsu dari empat bersaudara.

Selain mengalami gizi buruk, Uniyah juga mempunyai gangguan fungsi paru-paru, hati, dan jantung.

Pihak keluarga telah membawa Uniyah untuk
melakukan pengobatan di berbagai rumah sakit. Namun, sampai saat ini belum ada perubahan.

Zubaidah (45), ibu kandung Uniyah, bersama dengan suaminya mencari nafkah dengan cara menjadi petani.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved