Breaking News:

Pelaku Usaha Kerupuk Kulit di Long Jaha Serang Pilih Bertahan Meski Penjualan Anjlok dan Rugi

Roni memilih tetap mempertahankan usahanya ini meski merasa kesulitan dalam hal pemasaran hingga merugi.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Abdul Qodir
TribunBanten.com/Ahmad Tajudin
Aktivitas di industri rumahan kerupuk kulit milik Roni di Kampung Long Jaha, Kelurahan Lialang, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Rabu (11/8/2021).  

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Pandemi Covid-19 selama 1,5 tahun hingga adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berdampak pada berbagai jenis usaha, tak terkecuali usaha industri rumahan kerupuk di Kota Serang, Banten.

Seperti dirasakan Roni, salah satu pemilik industri rumahan kerupuk kulit di Kampung Long Jaha, Kelurahan Lialang, Kecamatan Taktakan, Kota Serang.

Bahkan ia mengaku sempat mengalami kerugian.

"Sejak pandemi ini penjualan turun hampir 70 persen, apalagi sejak adanya PPKM," ujar Roni saat ditemui TribunBanten.com di pabrik kerupuk kulit miliknya di Kota Serang, Rabu (11/8/2021).

Roni menceritakan, ia dapat memproduksi kerupuk kulit dengan bahan 5 kuintal kulit sapi dalam sehari sebelum pandemi Covid-19.

Saat itu, ia dapat mengantongi laba bersih Rp 15 juta sampai Rp20 juta per bulan.

Namun, ia hanya memproduksi sebanyak 2 kuintal kulit sapi setelah adanya pandemi virus Corona.

Baca juga: Wajib Tunjukkan Kartu Vaksin, Begini Penampakan Mal di Kota Cilegon yang Buka Saat PPKM

Setelah adanya pandemi Covid-19, ia mengaku sudah bersyukur jika modal usahanya dapat kembali dan membayar gaji karyawan.

Meski bahan produksi sudah berkurang sekitar 75 persen, namun ia pun tetap kesulitan menjual produksinya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved