Breaking News:

80% Guru di Lebak Sudah Vaksin Covid-19, Sekolah Tatap Muka Terbatas Siap Digelar Mulai Minggu Depan

Pemerintah Kabupaten Lebak telah mengizinkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Amanda Putri Kirana
() via Tribiunnews.com
Ilustrasi guru mengajar 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Pemerintah Kabupaten Lebak telah mengizinkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Hal tersebut lantaran kini Kabupaten Lebak memasuki wilayah kategori pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3.

Aturan itu berdasarkan Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri di masa PPKM Level 4.

Keputusan PTM juga berdasarkan Instruksi Gubernur Banten Nomor 26 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, 3 dan 2.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak Wawan Ruswandi mengatakan, pelaksanaan PTM sendiri akan dilakukan pada minggu depan.

"Sudah bisa sekolah terbatas sesuai juga dengan Instruksi Bupati Lebak terkait PTM di wilayah Kabupaten Lebak. Paling lambat minggu depan sudah berjalan," katanya saat dihubungi.

Baca juga: Sebanyak 860 Balita di Banten Alami Gizi Buruk, Lebak Nol Kasus

Menurut Wawan, prosedur pelaksanaan PTM sendiri mewajibkan para tenaga didik untuk divaksin terlebih dahulu.

Ia juga menegaskan, hampir 80 persen guru di Lebak sudah mendapatkan vaksinasi beserta para siswa-siswi yang masuk kategori SMP.

Adapun para murid yang melaksanakan PTM terbatas harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari orang tua.

Apabila orangtua masih takut mengizinkan anaknya bersekolah, maka pihak Dindik Lebak akan mengizinkan anak-anak untuk memilih pembelajaran daring.

Dalam mempersiapkan PTM, nantinya masing-masing sekolah akan menyiapkan tempat cuci tangan serta menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Wawan menjelaskan, karena masih terbatas, pelaksanaan PTM di Lebak nantinya akan menerapkan sistem shifting atau bergantian antara satu siswa dengan lainnya.

Baca juga: UDD PMI Kabupaten Serang Buka Layanan Plasma Konvalesen, Juga Layani Lebak, Cilegon, dan Pandeglang

Selain itu pelaksanaan pembelajaran akan dibatasi selama dua sampai tiga jam setiap harinya.

"Tergantung jumlah siswa, setiap hari kita akan buka 18 siswa per kelas. Untuk penerapan teknisnya ada di satuan pendidikan," tegasnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved