Breaking News:

Berikut Kriteria Rumah yang Bisa Dapat Insentif PPN DTP

Ia menjelaskan, agar mendapatkan insentif PPN DTP, rumah tapak atau unit hunian rumah susun harus didaftarkan dahulu ke sistem aplikasi Sikumbang

Penulis: desi purnamasari | Editor: Abdul Qodir
TRIBUNNEWS.COM/JEPRIMA
Ilustrasi Perumahan 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pemerintah memperpanjang jangka waktu pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) pembelian rumah tapak dan unit hunian rumah susun.

Insentif tersebut diperpanjang hingga Desember 2021.

Ketentuan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 103/PMK/010/2021, menggantikan PMK Nomor 21/PMK.010/2021 yang mengatur tentang pemberian insentif PPN ditanggung pemerintah atas penyerahan rumah tapak dan unit hunian rumah susun periode Maret 2021 hingga Agustus 2021.

Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Banten, Roni Hadiriyanto Adali, mengatakan ada beberapa ketentuan dan kriteria yang harus dipenuhi pengembang dalam pemberian insentif PPN DTP.

"Perpanjangan PPN itu memang dari Agustus sampai Desember, namun ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi oleh para pengembang," katanya saat ditemui dikantornya, Kamis (12/8/2021).

Baca juga: Pemkab Tangerang Hapus Sanksi Administrasi Pajak Bumi dan Bangunan Selama Agustus 2021

Ia menjelaskan, agar mendapatkan insentif PPN DTP, rumah tapak atau unit hunian rumah susun harus didaftarkan dahulu ke sistem aplikasi Sikumbang milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Adapun, rumah tapak atau unit hunian rumah susun harus memenuhi sejumlah persyaratan agar mendapatkan insentif pertama harga jual rumah tapak atau hunian rumah susun maksimal Rp5 miliar.

Selanjutnya, rumah tapak atau unit hunian rumah susun baru yang diserahkan dalam kondisi siap huni, mendapatkan kode identitas rumah, pertama kali diserahkan oleh pengembang, serta belum pernah dilakukan pemindahtanganan.

Dan diberikan maksimal satu unit properti per satu orang dan tidak boleh dijual kembali dalam jangka waktu satu tahun.

Baca juga: Relaksasi Kredit Pembiayaan Properti Maksimal 100 Persen, Beli Rumah Tak Perlu Uang Muka

"Sejauh ini sudah ada 160 hunian yang teregistrasi dan hampir 30 persen sudah terdaftar di aplikasi siKumbang dan sisanya masih dalam proses," katanya.

Ia mengungkapkan penjualan properti sempat turun derastis hingga menyentuh 70 persen pada awal pandemi Covid-19 tahun 2020.

"Sempat menurun, namun memang sejauh ini tidak ada yang sampai kolaps. Artinya, mereka tetap dapat bertahan," katanya.

Menurutnya, mulai selektifnya pihak perbankan dalam menerima konsumen menjadi salah satu faktor yang menghambat penjualan pihak pengembang.

Baca juga: 1 Juta Pekerja Terima Bantuan Subsidi Upah Rp 1 Juta Tahap I, Total Penerima BSU 8,7 Juta Orang

Oleh karena itu, ia berharap pihak perbankan bisa saling bersinergi agar dapat membantu pemulihan ekonomi melalui sektor properti.

"Harapannya kami dari REI, semoga pandemi ini dapat terkendali dan pemerintah tetap mendukung dalam bentuk regulasi-regulasi agar teman-teman (pengembang) dapat terus berkembang. Sebab, regulasi pemerintah ini memang sangat berdampak sekali," katanya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved