Breaking News:

Kebijakan PPN DTP Diperpanjang, REI Banten Perkirakan Bisa Dongkrak Penjualan hingga 30 Persen

Perpanjangan kebijakan itu bukan hanya untuk mengembang, tetapi juga meningkatkan daya beli masyarakat.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Agung Yulianto Wibowo
TribunBanten.com/Desi Purnamasari
Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Banten, Roni Hadiriyanto Adali, di ruang kerjanya, Kamis (12/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Banten, Roni Hadiriyanto Adali, menanggapi positif perpanjangan pajak pertambahan nilai yang ditanggung pemerintah (PPN DTP).

Pemerintah memperpanjang PPN DTP hingga Desember 2021.

"Tentunya akan sangat membantu teman-teman pengembang," katanya kepada TribunBanten.com di ruang kerjanya, Kamis (12/8/2021). 

Menurut Roni, PPN DTP akan mendongkrak penjualan, khususnya yang bergerak secara komersial.

Baca juga: Relaksasi Kredit Pembiayaan Properti Maksimal 100 Persen, Beli Rumah Tak Perlu Uang Muka

Perpanjangan kebijakan itu bukan hanya untuk mengembang, tetapi juga meningkatkan daya beli masyarakat.

Roni memperkirakan perpanjangan PPN ini mampu mendongkrak penjualan hunian antara 20-30 persen.

"Nanti kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kalau semakin baik dan Covid-19 lebih terkendali, otomatis meningkatkan daya beli masyarakat," ucapnya.

Dia mengaku pada semester I 2021 pencapaian penjualan hanya 40 persen.

REI akan mengevaluasi terus sampai berakhirnya masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Baca juga: Promo Properti buat Milenial, dari Harga Rumah Mulai Rp 100 Jutaan sampai Cicilan Rp 1 Juta/Bulan

"Bank pun selektif dalam menerima konsumen. Itu satu di antara faktor yang menghambat penjualan teman-teman pengembang," kata Roni.

Hingga akhir 2021, REI Banten menargetkan penjualan bisa mencapai 12.000 unit.

Dia berharap pandemi Covid-19 bisa terkendali dan pemerintah terus mendukung dalam bentuk regulasi.

Regulasi itu berdampak pada pengembang dan daya beli masyarakat.

"Bisnis properti bisa bergerak kembali karena merupakan lokomotif produk dan menggerakkan sektor industri lainnya. Ada 174 sektor industri yang berperan di situ," ucap Roni.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved