Breaking News:

Virus Corona

Butuh Percepatan, Presiden Jokowi Minta Harga PCR Jadi Rp 450.000-Rp 500.000 dan Hasilnya 1x24 Jam

Saya minta agar tes PCR bisa diketahui hasilnya dalam waktu maksimal 1x24 jam, kita butuh kecepatan

Dok. Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Banten
Presiden RI, Jokowi memantau kegiatan vaksinasi Covid-19 massal di Sport Center Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Rabu (9/6/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM - Presiden Joko Widodo mengaku sudah meminta Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin untuk menurunkan harga tes polymerase chain reaction (PCR) Covid-19.

Presiden ingin harga tes PCR menjadi Rp 450.000-Rp 500.000.

Selain itu, Jokowi juga ingin hasil tes PCR segera diketahui.

"Saya minta agar tes PCR bisa diketahui hasilnya dalam waktu maksimal 1x24 jam, kita butuh kecepatan," ujarnya dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (15/8/2021).

Menurut dia, hal itu sebagai upaya untuk meningkatkan testing masyarakat.

Baca juga: Tes PCR di Indonesia Jauh Lebih Mahal dari India, Eks Direktur WHO Asia Tenggara: Perlu Diselidiki

"Salah satu cara untuk memperbanyak testing adalah dengan menurunkan harga tes PCR," ucapnya.

Wakil Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Slamet Budiarto, mengatakan faktor utama mahalnya harga tes Covid-19 adalah pajak barang masuk ke Indonesia yang cukup tinggi.

Tidak hanya berlaku pada tes PCR, perbandingan harga di Indonesia dengan negara lain juga terjadi seperti obat-obatan dan laboratorium.

"Indonesia adalah negara yang memberikan pajak obat dan alat kesehatan termasuk laboratorium," ujarnya saat dihubungi Tribunnews.com, Minggu.

Padahal, pemberian pajak pada alat kesehatan maupun obat-obatan itu tidak tepat.

Baca juga: Pengakuan Pembuat Surat PCR Palsu: Ada Pelanggan Pesan Hasil Tes Positif untuk Bolos Kerja

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved