Breaking News:

HUT Ke 76 RI

Cerita Pejuang Banten Rebut Gedung Juang 45 dari Tentara Jepang, Kepung Penjajah Setelah Azan Subuh

para pejuang Banten dengan gigih merebut Gedung Juang 45 yang sedang diduduki oleh para tentara Jepang yang masih mengibarkan bendera

Penulis: mildaniati | Editor: Yudhi Maulana A
TRIBUNBANTEN/WIJANARKO
Gedung Juang 45 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Mildaniati

TRIBUNBANTEN, KOTA SERANG - Suara rentetan tembakan terdengar begitu nyaring di area Gedung Juang 45 saat ba'da Subuh sekitar pukul 04.30 WIB, 10 Oktober 1945 silam.

Kala itu, para pejuang Banten dengan gigih merebut Gedung Juang 45 yang sedang diduduki oleh para tentara Jepang yang masih mengibarkan bendera Jepang meski Indonesia sudah merdeka.

Padahal, berita kemerdekaan RI sudah tersiar dan beritanya tiba di wilayah Banten pada 20 Agustus 1945, lima hari setelah Presiden RI pertama, Soekarno membacakan proklamasi kemerdekaan.

Para pemuda Banten, yakni Pandu Kartwiguna, Ibnu Parna, Abdul Muluk dan Ajiz diutus oleh Chaerul Saleh untuk menyiarkan berita proklamasi ke Banten.

Berita tersebut disampaikan pada tokoh masyarakat Serang KH. Ahmad Chatib, KH. Syam'un, dan Zulkarnain Surya serta tokoh pemuda yaitu Ali Amangku, dan Ayip Dzuhri agar meneruskan berita tersebut.

Chaerul Saleh juga mengamanatkan agar para tokoh pemuda di Serang segera merebut kekuasaan dari tentara Jepang.

Baca juga: Sejarah Singkat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Lengkap dengan Teks Proklamasi

Peneliti Banten Heritage sekaligus Kasi Dikdas GTK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, Dadan Sujana menceritakan pada 20 Agustus 1945, beberapa pemuda yaitu Sri Sahuli pegawai kantor pemerintahan Jepang berani memprakarsai penurunan bendera Jepang di hotel Vos (sekarang Markas Kodim 0602 Serang).

Peristiwa itu disusul dengan penurunan bendera di kantor-kantor pemerintah Jepang lainnya di Serang.

Sementara itu organisasi Angkatan Pemuda Indonesia (API) yang diketuai Ali Amangku, API putri diketuai Sri Sahuli pada pertengahan September 1945 mendesak para tokoh masyarakat Serang untuk mengambil alih kekuasaan Jepang dan mengangkat KH. Ahmad Chatib sebagai residen Banten, (catatan masalalu Banten: 196).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved