Breaking News:

Digugat 12 Pedagang Pemilik Ruko Matahari Lama, Wali Kota Cilegon Gandeng Kejari

Politikus Partai Berkarya ini mengatakan lahan dan bangunan yang statusnya HGB di atas HPL itu tidak murni dimiliki oleh perorangan atau perusahan.

Penulis: Khairul Ma'arif | Editor: Abdul Qodir
TribunBanten.com/Khairul Ma'arif
Wali Kota Cilegon Helldy Agustian dan Kepala Kejaksaan Negeri Cilegon Ely Kusumastuti menandatangani Surat Kuasa Khusus (SKK) Litigasi kepada Jaksa Pengacara Negara (JPN) Kejaksaan Negeri Cilegon, Senin (16/8/2021). Surat kuasa diberikan ke Kejari Cilegon setelah Helldy digugat 12 pedagang pemilik ruko di dekat bangunan Matahari lama. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Khairil Ma'arif

TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Wali Kota Cilegon, Helldy Agustian menjadi tergugat keempat dari gugatan yang diajukan oleh 12 pedagang sekaligus pemilik ruko di sekitar gedung Matahari lama.

Para pemilik ruko eks Matahari itu, menggugat Helldy ke Pengadilan Negeri Serang terkait permasalahan lahan dan bangunan yang ada di sekitar gedung matahari lama.

Tidak tinggal diam, Wali Kota Cilegon Helldy Agustian yang digugat para pedagang di sekitar gedung matahari lama langsung memberikan Surat Kuasa Khusus (SKK) Litigasi kepada Jaksa Pengacara Negara (JPN) Kejaksaan Negeri Cilegon, Senin (16/8/2021).

Diketahui, lahan dan bangunan gedung matahari lama merupakan kesepakatan perjanjian Hak Guna Bangunan (HGB) di atas Hak Pengelolaan Lahan (HPL) antara Pemerintah Kabupaten Serang dengan swasta, PT Genta Kumala pada 1991 silam.

Selanjutnya, pihak PT Genta Kumala menjual kepada para pedagang di sekitar gedung matahari lama pada 1994 dan menjelaskan kepada para pedagang bahwa ruko dan lahan tersebut merupakan sudah HGB.

Sehingga para pedagang ketika sudah membeli lalu merasa memiliki.

Sebenarnya, lahan dan bangunan di eks matahari merupakan HGB di atas HPL dan perjanjian antara Pemerintah Kabupaten Serang dan pengusaha swasta selama 20 tahun, dan sudah berakhir pada Juli 2021 lalu.

Baca juga: Helldy Agustian Minta Warganya Lapor Jika Ada Pungli Bansos di Cilegon, Pelaku Bakal Dipecat

Baca juga: Soroti Program Magang Kerja, Anggota DPRD Banten: Bukan Solusi, Helldy Hanya Penuhi Janji Kampanye

Kepala Kejari Cilegon, Ely Kusumastuti mengatakan sudah beberapa kali memanggil PT Genta Kumala untuk menjelaskan hal tersebut.

Ia mengaku sudah menjelaskan kepada para pedagang bahwa ruko yang ditempatinya itu merupakan HGB di atas HPL dan sudah habis masa perjanjiannya pada Juli 2012 lalu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved