Breaking News:

Jokowi Baca Nota Keuangan, Bagaimana Kondisi Pasar? Perbankan Masih Dominasi 10 Besar Saham Big Cap

Presiden Joko Widodo membacakan Pidato Kenegaraan dalam Rangka HUT ke-76 RI di Gedung MPR/DPR pada 16 Agustus 2021.

Editor: Glery Lazuardi
Dokumentasi Tribun Jateng
Petugas memantau indek saham. 

TRIBUNBANTEN.COM - Saham bank beraset kecil yang bertransformasi menjadi bank digital ramai diperdagangkan di bursa saham Tanah Air.

Beberapa emiten bahkan harga sahamnya sudah ’terbang’ dengan PBV dan PER yang sangat mahal.

Padahal, kinerja sejumlah bank mini tersebut masih rugi pada semester I-2021, bahkan ada yang belum beroperasi secara digital.

Sementara itu, harga saham sejumlah bank beraset besar yang mencatatkan kinerja positif, seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), justru dalam kondisi terlalu murah.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Okie Ardiastama, mengatakan saham Bank Mandiri diyakini masih akan bertengger di 10 besar market cap di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dia menilai, saham bank ini masih sangat prospektif untuk memberikan return yang optimal bagi investor saham.

Sebab, kata dia, Bank Mandiri terbukti cepat pulih dari dampak pandemi Covid-19. Terbukti, dari kemampuan perseroan dalam meraih performa positif pada paruh pertama tahun ini.

Hal itu tercermin dari pertumbuhan transaksi digital Bank Mandiri yang turut menopang kenaikan perolehan margin bisnis ke depan.

Berdasarkan data kinerja semester I-2021, penggunaan aplikasi Livin’ by mandiri meningkat pesat mencapai 7,8 juta nasabah dengan nilai transaksi finansial sebesar Rp 728,9 triliun, tumbuh 59% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, secara teknikal, pergerakan saham BMRI cukup baik. BMRI masih berpeluang melanjutkan penguatan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved