Breaking News:

Tren Investasi Generasi Milenial Meningkat di Era Pandemi, Waspada Risikonya

Generasi millenial di Indonesia mulai melek pengetahuan di sektor keuangan dan investasi seiring berkembangnya informasi di internet dan sosial media.

Editor: Glery Lazuardi
Ist
Ilustrasi investasi 

TRIBUNBANTEN.COM - Generasi millenial di Indonesia mulai melek pengetahuan di sektor keuangan dan investasi seiring berkembangnya informasi di internet dan sosial media.

Namun, hal itu menyisakan pekerjaan rumah yang mesti dibenahi, khususnya oleh pemerintah. Sebab, maraknya informasi keuangan dan investasi membuat generasi muda rentan terjerumus penipuan bermodus investasi.

Pernyataan itu disampaikan Kabag Organisasi, Tata Laksana dan Layanan Informasi Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR Kemenkeu), Anton Fairdian.

“Sekarang ada media sosial, ada banyak influencer keuangan mulai tumbuh, namun masih ada pekerjaan rumah yang belum dilaksanakan menurut kami, melihat maraknya investasi bodong, sehingga anak muda tuh begitu ada tawaran iming-iming besar, ada keuntungan besar, langsung tertarik aja, nggak paham ada resikonya,” kata dia, melalui keterangan yang diterima, pada Minggu, (15/8/2021).

Baca juga: Makin Menjamur Sejak Keran Investasi Dibuka, Ini Top 30 Corporate Law Firm Besar Indonesia 2021

Baca juga: Cerita Mahasiswa Serang Tertipu Investasi Bodong, Sebagian Uang Bantuan Lenyap dan Kini Kapok

Untuk itu, melihat fenomena itu, DJPPR Kemenkeu menantang generasi millennial untuk berinovasi menciptakan edukasi keuangan dan investasi lewat InFest Inkubasi 2021.

Tantangan ini bertujuan untuk membangun literasi keuangan dan investasi yang mulai digandrungi generasi millennial.

“Jadi, kami ingin melihat masyarakat dari mulai masyarakat awam yang mau menabung, menuju masyarakat melek finansial. Dalam arti melek menuju masyarakat yang berpengetahuan penuh dengan investasi,” kata Anton.

DJPPR Kemenkeu melalui InFest Inkubasi 2021 tengah berupaya menciptakan ekosistem edukasi keuangan dan investasi yang inklusif dengan mengajak generasi millennial berpartisipasi.

“Kami melihat rasanya anak-anak muda yang kayak gini perlu kita edukasi juga, perlu kita dekati, perlu kita bimbing ke arah yang lebih baik, sehingga menurut sisi kami sih pemahaman yang ada saat ini sudah mulai ada, tapi masih banyak PR yang perlu diedukasi kepada masyarakat,” pungkas Anton.

Baca juga: 6 Tips Investasi Emas yang Mudah Bagi Pemula, Dijamin Aman dan Tak Pernah Rugi

Baca juga: Mau Investasi Saham tapi Bingung? Ini Waktu yang Tepat untuk Mulai, Tumbuh Pesat di Kuartal I 2021

Sebelumnya, menurut Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti, baru 3% lebih kaum milenial yang sudah jadi investor ritel.

Untuk itu, para generasi milenial di Indonesia harus terus mendapatkan edukasi yang baik tentang investasi, agar terdorong untuk mau melakukannya sejak dini. Hal itu karena

Jika dilihat dari peta demografi Indonesia, jumlah penduduk usia produktif di Indonesia (usia 15-64 tahun) ada 191 juta jiwa.

Jadi kalau baru 5,6 juta penduduk Indonesia yang masuk sebagai investor ritel itu artinya baru 3% dari penduduk usia produktif yang memanfaatkan peluang investasi di Indonesia.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved