Breaking News:

HUT Ke 76 RI

Sejarah Perlawanan Rakyat Banten Terhadap Penjajah, Ulama dan Rakyat Bersatu Merebut Kemerdekaan

Perlawanan demi perlawanan kerap dilakukan rakyat Banten mulai kependudukan penjajah Banten hingga Jepang.

Penulis: mildaniati | Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Khairul Ma'arif
Suasana di Monumen Taman Geger Cilegon 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Mildaniati

TRIBUNBANTEN, KOTA SERANG - Perlawanan demi perlawanan kerap dilakukan rakyat Banten terhadapara penjajah yang datang ke tanah hair mulai Belanda hingga Jepang.

Peneliti Banten Heritage, Dadan Sujana menjelaskan sejak Kesultanan Banten di bawah pengaruh Belanda, perlawanan rakyat Banten terus terjadi seperti Geger Cilegon, pemberontakan KH Wakhia, Pemberintakan PKI 1926 dan lainnya.

Sampai akhirnya Jepang datang ke Indonesia tahun 1942, mereka membawa slogan untui memerdekakan Indonesia dan sangat disambut baik oleh rakyat Indonesia termasuk Banten.

Menurut Dadan, pendekatan yang dilakukan oleh Jepang yaitu tidak melarang pengibaran bendera merah putih, membiarkan lagu Indonesia raya diputar, Jepang juga melarang penggunaan bahasa Belanda.

"Itu disambut baik oleh rakyat Indonesia," ujarnya pada TribunBanten.com saat diskusi.

Jepang juga memuluskan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Namun kenyataannya pada masa pendudukan Jepang lebih sengsara daripada masa Hindia Belanda.

"Bahkan pakaian saat itu pakai karung goni," terangnya.

Baca juga: Cerita Pejuang Banten Rebut Gedung Juang 45 dari Tentara Jepang, Kepung Penjajah Setelah Azan Subuh

Pada Maret 1942 Jepang mendarat di Teluk Banten lalu masuk ke daerah lainnya yang dulu dikuasai Belanda, Jepang masuk ke Banten karena lebih dekat dengan Batavia (Jakarta).

Halaman
123
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved