Breaking News:

6 Persen Orang Tua Siswa di Lebak Tolak Anaknya Kembali Belajar di Sekolah saat Masih Pandemi

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Wawan Ruswandi mengatakan PTM ini berada dalam pengawasan dan penerapan protokol kesehatan (prokes) pencegaha

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Abdul Qodir
Tribunbanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan
Suasana hari pertama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada masa PPKM Level 3 pandemi Covid-19, di SD Negeri 1 Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Rabi (18/8/2021). 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tingkat SD dan SMP pada masa pandemi Covid-19, mulai digelar di Kabupaten Lebak, Banten, Rabu (18/8/2021).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Wawan Ruswandi mengatakan PTM ini berada dalam pengawasan dan penerapan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 secara ketat.

Selain, siswa yang dapat mengikuti PTM ini juga mendapatkan persetujuan wali murid terlebih dahulu.

Suasana para murid pada hari pertama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada masa 
pandemi Covid-19, di SD Negeri 1 Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Rabu (18/8/2021).
Suasana para murid pada hari pertama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada masa pandemi Covid-19, di SD Negeri 1 Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Rabu (18/8/2021). (Tribunbanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan)

Namun, diakuinya ada 6 persen wali murid di Kabupaten Lebak yang menolak anaknya mengikuti kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka di sekolah bersamaan masih terjadinya pandemi Covid-19 yang telah menelan banyak korban.

  

"Ada sekitar 6 persen orang tua yang menolak PTM, dengan alasan keselamatan anaknya dan alasan lainnya," ujarnya saat dihubungi, Rabu (18/8/2021).

Baca juga: 992 Sekolah di Kabupaten Lebak Mulai Terapkan Belajar Tatap Muka, Penerapan Prokes Diperketat

Meski demikian, pihaknya tidak mempermasalahkan penolakan itu.

Ilustrasi belajar secara daring: Seorang siswa belajar di rumah melalui aplikasi media sosial pada masa tanggap darurat di Gorontalo. Sebagian siswa lain terkendala tidak memiliki telepon seluler dan tidak ada akses internet.
Ilustrasi belajar secara daring: Seorang siswa belajar di rumah melalui aplikasi media sosial pada masa tanggap darurat di Gorontalo. Sebagian siswa lain terkendala tidak memiliki telepon seluler dan tidak ada akses internet. (KOMPAS.COM/ROSYID A AZHAR)

Bagi siswa yang tidak mendapatkan persetujuan PTM di sekolah masih dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar secara daring seperti sebelumnya.

"Bagi yang tidak setuju dengan PTM maka siswa yang bersangkutan tetap akan mengikuti belajar secara daring. Pihak sekolah tentunya akan memastikan siswa itu mendapatkan pelajaran seperti siswa lainnya," jelasnya.

  

Baca juga: Terlalu Lama Belajar Daring, Kepala Sekolah di Lebak sampai Tak Dikenal Siswanya

Wawan kembali mengingatkan agar pihak sekolah, siswa dan guru yang mengikuti PTM dengan menjalankan prokes yang ketat dan di sekolah agar tidak mengabaikan ketentuan prokes Covid-19 yang telah ditetapkan.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved