Breaking News:

Virus Corona

Cerita Petugas Makam Pasien Covid Kuburkan Ribuan Jenazah, Tetangga Tutup Pintu Saat Dirinya Lewat

Awal adanya jenazah pasien Covid-19 yang dikuburkan di tempat kerjanya, ia merasa takut dan khawatir tertular Covid-19 dan menularkan

Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Khairul Ma'arif
Sejumlah relawan tergabung dalam Relawan Mengetuk Pintu Langit (RMPL) memakamkan jenazah pasien Covid-19 di Kota Cilegon, Sabtu (17/7/2021).  

TRIBUNBANTEN.COM - Cerita suka duka penggali makam pasien Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur ini cukup membuat banyak orang terenyuh.

Dia lah Juanedi (43), mengemban tugas yang cukup berat selama Pandemi ini yaitu me makamkan jenazah pasien Covid-19.

Sudah lebih dari 5.000 jenazah pasien Covid-19 dikuburkannya di TPU Pondok Ranggon.

Awal adanya jenazah pasien Covid-19 yang dikuburkan di tempat kerjanya, ia merasa takut dan khawatir tertular Covid-19 dan menularkan karena bersentuhan secara langsung.

Karena tugas dan tanggung jawab sebagai tukang gali kubur, rasa takut dan khawatir itu ia singkirkan.

"Rasa takut itu manusiawi ya, takut dan khawatir dari keluarga itu cukup besar karena jangan sampai saya pulang justru membawa penyakit untuk keluarga," kata Junaedi kepada Wartakotalive.com, Selasa (17/8/2021).

Baca juga: Duka Penjaga Makam Pahlawan Ciceri, Gaji Sering Telat dan Alat Potong Rumput Rusak

Selain kekhawatiran keluarga, para tetangga tempat tinggal Junaedi terkadang merasakan hal yang sama.

Bahkan, Junaedi pernah ketika pulang ke rumah semua tetangganya langsung menghindar dan menutup pintu rumah.

Karena pekerjaan dan tanggung jawab Junaedi dianggap sebagai pembawa wabah di lingkungan tempat tinggalnya.

Namun demikian, Junaedi tetap berusaha menyakini keluarga dan tetangganya, bahwa ketika pulang ke rumah ia sudah dalam keadaan bersih dan bebas virus.

Junaedi mengaku dirinya hanya menjalankan tugas secara maksimal dan tidak ingin mengecewakan keluarga pasien Covid-19.

Sejumlah relawan tergabung dalam Relawan Mengetuk Pintu Langit (RMPL) memakamkan jenazah pasien Covid-19 di Kota Cilegon, Sabtu (17/7/2021). 
Sejumlah relawan tergabung dalam Relawan Mengetuk Pintu Langit (RMPL) memakamkan jenazah pasien Covid-19 di Kota Cilegon, Sabtu (17/7/2021).  (TribunBanten.com/Khairul Ma'arif)

Sehingga hukum sosial yang diberikan para tetangganya disikapi dengan bijaksana.

Seiring berjalan waktu, kini para tetangganya tidak lagi memberikan hukum sosial.

"Hukum sosial itu wajar ya, karena kita bersentuhan langsung, tapi seirimg berjalannya waktu, tetangga memahami dengan sendiri," kata dia.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved