Breaking News:

Virus Corona

Cerita Petugas Makam Pasien Covid Kuburkan Ribuan Jenazah, Tetangga Tutup Pintu Saat Dirinya Lewat

Awal adanya jenazah pasien Covid-19 yang dikuburkan di tempat kerjanya, ia merasa takut dan khawatir tertular Covid-19 dan menularkan

Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Khairul Ma'arif
Sejumlah relawan tergabung dalam Relawan Mengetuk Pintu Langit (RMPL) memakamkan jenazah pasien Covid-19 di Kota Cilegon, Sabtu (17/7/2021).  

Hal ini terbukti selama satu tahun sebagai tukang gali kubur, Junaedi dan keluarga belum pernah terpapar Covid-19.

Dengan begitu, maka keluarga dan tetangga menilai bahwa Junaedi pulang dalam keadaan bebas Covid-19.

"Sebelumnya kami pulang, kami membersihkan diri dulu, karena ada beberapa titik juga di sini tempat untuk bisa mandi, kami bersihkan diri dulu. Setelah mandi, baru pulang," jelas dia.

Baca juga: Seorang Suami di Kota Serang Bongkar Makam Istri yang Positif Covid-19, Ini Pengakuannya

Junaedi menceritakan, menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19 terkadang mendapat komentar tidak baik dari netizen.

Sebab, ia pernah melihat di sosial media ketika petugas makam menggali kubur tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) dihujat.

Padahal, para netizen itu tidak mengetahui kondisi tukang gali kubur di lokasi pe makaman.

Menurut Junaedi, petugas yang tidak menggunakan APD bukan karena nekat atau menantang Covid-19 dan membahayakan diri.

Sebab saat menggunakan APD, tenaga petugas gali kubur terkuras dua kali lipat.

Belum lagi panasnya terik matahari yang membuat kucuran keringat terus membasahi pakaiannya.

"Seandainya dipaksa untuk menggunakan APD ketika penggalian karena saat kami menurunkan jenazah dari ambulance ke lubang lahat pun itu juga sudah kelelahan, karena terik matahari yang begitu panas kemudian bikin cepat keluar keringat banyaklah," tutur dia.

Kemudian petugas menyiasatinya ketika menggali kubur, petugas tidak menggunakan APD.

Setelah selesai menggali, barulah petugas memakai APD untuk menurukan jenazah Covid-19 dari ambulance ke liang lahat.

Duka lainnya yang dialami oleh Junaedi selama me makamkan pasien Covid-19 adalah soal cuaca yang tidak mendukung.

Junaedi pernah saat hujan deras ia tetap bekerja menggali kubur karena pekerjaannya tidak bisa ditunda.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved