Breaking News:

Virus Corona

Cerita Petugas Makam Pasien Covid Kuburkan Ribuan Jenazah, Tetangga Tutup Pintu Saat Dirinya Lewat

Awal adanya jenazah pasien Covid-19 yang dikuburkan di tempat kerjanya, ia merasa takut dan khawatir tertular Covid-19 dan menularkan

Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Khairul Ma'arif
Sejumlah relawan tergabung dalam Relawan Mengetuk Pintu Langit (RMPL) memakamkan jenazah pasien Covid-19 di Kota Cilegon, Sabtu (17/7/2021).  

"Terus faktor tanah yang kadang menemukan bebatuan itu pun boleh dibilang hal yang sedikit tidak mengenakan lah," ucap Junaedi.

Junaedi bekerja di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur dari Pukul 07.00 WIB sampai pukul 04.00 WIB.

Meski begitu, Junaedi lebih sering pulang kerja melewati batas waktu yang ditentukan.

Alasannya karena ada saja jenazah yang ingin dikuburkan datang tidak tepat waktu ke TPU Pondok Ranggon.

Sementara untuk gaji selama pandemi Covid-19 ini tidak pernah telat atau macet.

Namun, Junaedi tidak menjelaskan secara rinci berapa jumlah gaji yang diterima setiap bulannya.

"Kendala paling keterlambatan proses pengiriman ke TPU dan kami harus nunggu, ya nunggu itu enggak bisa ngukur sampai jam berapa, kadang sampai 23.00-00 WIB," kata dia.

Junaedi baru bisa sampai di rumahnya sekira pukul 01.00 WIB dan saat pulang keluarganya sudah pada tidur.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan keterlambatan jenazah dikirim ke TPU Pondok Ranggon.

Bisa dari Keluarga jenazah dan bisa juga karena mengurus proses pengiriman jenazah dari rumah sakit.

"Keterlambatan entah itu di rumah sakit atau dari sisi mana, yang jelas keterlambatan datang untuk ke pe makaman," ujar Junaedi.

Meski ada suka duka, tapi Junaedi merasa bangga karena ia bisa melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.

Junaedi memaknai Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia dengan menjalankan tugas secara ikhlas dan tanpa beban.

Ia berharap pandemi Covid-19 di Jakarta bisa segera berakhir dan tidak ada lagi jenazah yang di makamkan secara protap Covid-19.

"Saya memaknai kemerdekaan itu dengan menjalankan tugas bukan suatu beban, dengan saya tidak menjadikan beban maka saya sudah merasa merdeka dalam hidup," tutur dia. (*)

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Selama Setahun Pandemi, Junaedi Kuburkan 5.000 Jenazah Covid-19, Malah Sempat Dijauhi Tetangga 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved