Breaking News:

Jokowi Effect, Baju Adat Baduy Kini Diburu Pembeli di Toko Oleh-Oleh Khas Banten

apak yang menjual pernak-pernik khas Banten serta pakaian baju adat baduy ramai didatangi pembeli yang mencari baju kampret atau baju kelelawar.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan
Lapak oleh-oleh khas Banten di Kawasan Jalan Multatuli, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Para pelaku UMKM khas Baduy di Kabupaten Lebak, Banten mulai ramai dilirik pembeli setelah Presiden RI Joko Widodo mengenakan pakaian adat Baduy di sidang tahunan MPR RI pada Senin (16/8/2021).

Berdasarkan pantauan TribunBanten.com, lapak yang menjual pernak-pernik khas Banten serta pakaian baju adat baduy ramai didatangi pembeli yang mencari baju kampret atau baju kelelawar.

Agam (47), pemilik toko oleh-oleh khas baduy yang berada di Jalan Multatuli, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten ini mengatakan tokonya mulai banyak dikunjungi orang-orang beberapa terakhir ini.

"Alhamdulillah dampaknya kerasa sama kita, banyak yang nanyain pakaian adat dan ikat kepala seperti yang dipakai bapak Jokowi. Bahkan kemarin ada yang datang langsung ke sini dari Jogjakarta untuk liat-liat pernak penik Baduy, yang kita jual," ujarnya saat ditemui di Rangkasbitung, Rabu (18/8/2021).

Baca juga: Kenakan Pakaian Adat Baduy, Pengamat: Presiden Jokowi Sedang Beri Isyarat Khusus

Ia menjajakan segala oleh-oleh khas baduy seperti madu, tas koja, ikat kepala, dan gula aren.

Agam menjual ikat kepala yang dipakai oleh Jokowi sekitar Rp 20.000 dan tas koja sekitar Rp 30.000-80.000.

Untuk baju yang dikenakan oleh Presiden Joko Widodo sendiri ia membanderol harga sekitar Rp 200.000.

Baca juga: Mengenal Suku Baduy yang Pakaian Adatnya Dipakai Jokowi, Menjunjung Tinggi Keharmonisan Alam

"Banyak yang nanyain pakaian seperti Jokowi, tapi kalau sekarang kita lagi kosong. Sekarang adanya tas, ikat kepala, madu, gula aren, dan emping," jelasnya.

Ia pun menerangkan, bahwa barang dagangan yang dijajakan oleh dirinya merupakan khas Baduy yang dikirimkan langsung oleh masyarakat baduy.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved