Breaking News:

Peringatan HUT ke-76 RI, Habib Syakur: Perbedaan Jadi Perekat Bangsa

Insiator Gerakan Nurani Kebangsaan (NK), Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid meminta semua pihak menyingkirkan ego pribadi dan kelompok untuk membangun

Editor: Glery Lazuardi
Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013
Ilustrasi - Keberagaman karakteristik individu di lingkungan tempat tinggal. 

TRIBUNBANTEN.COM - Insiator Gerakan Nurani Kebangsaan (NK), Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid meminta semua pihak menyingkirkan ego pribadi dan kelompok untuk membangun Indonesia.

Menurut dia, semua masyarakat Indonesia telah berjihad untuk mewujudkan Indonesia yang damai, Indonesia yang tumbuh kembang dalam perekonomian.

"Posisi kita ini sebetulnya harus menyadari kita ini hidup, sama rata, sama rasa, sama tinggi," tuturnya, dalam keterangan yang diterima wartawan, pada Rabu (18/8/2021).

Pernyataan itu disampaikan oleh Habib Syakur sebagai refleksi perayaan peringatan Hari Ulang Tahun ke-76 Republik Indonesia.

Baca juga: Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 di Lampung, Sehari-Hari Berprofesi Sebagai Pedagang Kain

Baca juga: Tim Densus 88 Tangkap 37 Terduga Teroris, 4 Orang Dibekuk di 3 Lokasi Berbeda di Banten

Dia menilai Indonesia menghadapi ancaman berupa munculnya paham-paham radikal di era modern.

Untuk itu, dia mengingatkan, seluruh eleman masyarakat Indonesia berhati-hati.

"Radikalisme terjadi, intoleransi terjadi, karena banyaknya egoisme diri, pribadi-pribadi yang sangat subjektif dalam berbangsa dan bernegara," ujarnya.

Di era modern yang serba dimudahkan oleh dunia digital, kata dia, membuat orang egois akan meraih sesuatu, sehingga berpotensi dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok radikal.

"Kenapa paham radikal itu ada, karena mereka itu para pelaku radikal dan intoleransi itu lebih memikirkan egoisme dengan pemahaman-pemahaman yang salah," kata Habib Syakur.

Habib Syakur menyayangkan munculnya kelompok-kelompok radikal di Indonesia yang kerap menyalahi makna jihad.

Selain itu, menurut Habib Syakur, jika para pelaku radikal itu benar-benar belajar tentang Pancasila, sebenarnya akan menemukan nilai-nila agama di dalam kandungannya.

Dengan syarat, tidak memaksa egoisme dalam pemahaman.

Baca juga: Penangkapan Terduga Teroris di Mancak Kabupaten Serang, Polres Cilegon Back up Kerahkan 45 Personel

Baca juga: Mertua-Menantu Terduga Teroris di Kabupaten Lebak Ditangkap Densus 88 Polri, Ini Keterangan Saksi

"Pancasila dirumuskan oleh perumusnya, itu mengadopsi dari kita-kitab suci, zabur, taurat, injil dan Alquran. Itu kan mencakup nilai-nilai kemanusiaan, kasih sayang nilai keagamaan dalam berketuhanan yang maha esa," ujarnya.

Seharusnya, kata dia, kegiatan-kegiatan agama yang menyimpang yang menjurus ke ekstrimisme dalam beragama itu bisa dihindari.

"Dengan kita mewujudkan kesadaran bahwa rakyat Indonesia bersatu untuk kebaikan bersama," tambahnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved