Breaking News:

Virus Corona di Banten

Strategi Diskoperindag Kabupaten Serang 'Selamatkan' Ratusan Koperasi Terancam Gulung Tikar

Pihak Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang berupaya menyelamatkan ratusan koperasi yang terdampak pandemi

Penulis: desi purnamasari | Editor: Glery Lazuardi
(KONTAN/Cheppy A. Muchlis)
ILUSTRASI. Koperasi Simpan Pinjam 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN SERANG - Pihak Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang berupaya menyelamatkan ratusan koperasi yang terdampak pandemi Covid-19.

Kepala Sesi (Kasi) Pemberdayaan dan Perlindungan pada Bidang Koperasi Diskoperindag Kabupaten Serang, Muhammad Rifqi, mengatakan pihaknya berupaya menyelamatkan koperasi tidak aktif.

Salah satu upaya yang dilakukan pihaknya dengan cara mengarahkan para koperasi untuk menjual produk-produknya melalui online.

Upaya ini dilakukan untuk mengembangkan koperasi di Kabupaten Serang tetap maju dan berkembang.

"Kami sudah mengarahkan mereka untuk jualan online. Itu salah satu cara mengembangkan koperasi agar usahanya tetap maju," ujarnya, kepada TribunBanten.com, saat dihubungi, pada Rabu (18/7/2021)

Baca juga: Pendaftaran BLT UMKM Tahap III Belum Dibuka, Dinas Koperasi dan UMKM Pandeglang: Mohon Bersabar

Baca juga: Tawarkan Program Ojek Online dan Koperasi, Partai Emas Tak Hanya Fokus di Bidang Politik

Dia mengungkapkan jumlah koperasi di Kabupaten Serang sebanyak 819, yang aktif sebanyak 612, tidak aktif sebanyak 109, sedangkan yang kurang aktif sebanyak 98.

Menurut dia, sebanyak 109 koperasi itu dinyatakan tidak aktif karena koperasi itu tidak menyelenggarakan kewajiban pendirian usaha, yakni melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan menjalankan usaha lebih dari dua tahun.

"Dalam kondisi Covid-19 ini, ada beberapa koperasi yang memang banyak kesulitan. Mereka yang tidak aktif itu, karena tidak melaksanakan RAT selama dua tahun, sedangkan yang kurang aktif itu mereka tidak melaksanakan RAT selama satu tahun," kata dia.

Dia menjelaskan, koperasi di Kabupaten Serang yang tidak aktif itu merupakan koperasi masyarakat.

Hal tersebut karena, kata dia, masyarakat tidak mampu untuk membayar koperasi, lantaran hasil dari berjualan tidak mendapat keuntungan.

Baca juga: Launching TribunBanten.com, Menteri Koperasi dan UKM Minta Tribun Banten Pasarkan Produk Khas Banten

Baca juga: Melalui Voting, Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama dan Kreditor Setuju Berdamai

"Koperasi masyarakat yang tidak aktif itu, karena masyarakat secara tidak langsung anggotanya, dan mereka ini mengharapkan hasil dari penjualannya, kalau dagangannya tidak laku maka tidak bisa bayar utang," ucapnya.

Kondisi koperasi masyarakat itu berbeda dengan kondisi koperasi pegawai dan koperasi perusahaan.

Pasalnya, upah dari gaji pegawai, menurut dia, langsung otomatis dipotong dari perusahaan untuk dimasukan ke koperasi.

"Koperasi pegawai itu otomatis setiap bulan nya juga dipotong dari gaji, perusahaan juga demikian membayar koperasi, jadi stabil lah," ujarnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved