Breaking News:

Video Penyerangan Hakim oleh Terdakwa Hoaks Covid-19 di Banyuwangi, Usai Divonis 3 Tahun Penjara

Viral sebuah video yang memperlihatkan seorang hakim diserang oleh pria yang duduk di kursi terdakwa usai hakim mengetuk palu menutup sidang.

Editor: Rizki Asdiarman

TRIBUNBANTEN.COM - Viral sebuah video yang memperlihatkan seorang hakim diserang oleh pria yang duduk di kursi terdakwa usai hakim mengetuk palu menutup sidang.

Video itu beredar luas di media sosial, Twitter dan Instagram.

Dalam video berdurasi 20 detik tersebut, usai paku diketuk pria berkemeja putih langsung berjalan cepat ke arah hakim sambil berusaha mengayunkan tinju.

Ia juga terlihat melompat ke meja sidang sambil mengeluarkan suara teriakan.

sontak saja, aksi pria itu mengundang sejumlah petugas yang berjaga berusaha menghentikan pria tersebut.

Hakim yang mendapat perlakuan kurang sopan tersebut pun terlihat kaget dan berupaya menyelamatkan diri.

Mengutip Kompas.com, diketahui lelaki berkemeja putih tersebut bernama M Yunus Wahyudi.

Terdakwa kasus berita bohong atau hoaks soal covid-19, yang divonis tiga tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Banyuwangi, pada Kamis 19 Agustus 2021.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Lapas Kelas II Serang Capai 85 Persen

Sesaat usai dinyatakan bersalah oleh hakim, Yunus sontak berteriak dan mencoba menyerang hakim.

Beruntung pukulannya tak mengenai Majelis Hakim yang diketuai Khamozaru Waruwu.

Usai melangsungkan aksinya, Yunus dikawal ketat oleh petugas kepolisian dan pihak PN Banyuwangi saat keluar dari ruang sidang.

Humas PN Banyuwangi I Komang Didiek Prayoga mengatakan, vonis terhadap Yunus ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yaitu 4 tahun penjara.

Baca juga: Bocahn 13 Tahun Asal Ciputat Diduga Dibawa Kabur Anak Punk, Diajak Ngamen ke Tigaraksa

Ia mengatakan, PN Banyuwangi sudah mengantisipasi kemungkinan ricuh dengan meminta bantuan pengamanan ke kepolisian sebelum sidang.

Ada 100 polisi yang berjaga di dalam ruangan maupun di luar ruang sidang.

Yunus divonis bersalah melanggar Pasal 14 Ayat 1 dan 2 UU no 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 45 Huruf A Jo Pasal 28 UU no 19 Tahun 2016 ITE dan Pasal 93 UU no 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Yunus awalnya ditetapkan tersangka setelah menyebar hoaks bahwa covid-19 di Banyuwangi tak ada pada Oktober 2020. Ia juga terlibat menjemput paksa jenazah positif covid-19.

Video Editor: Rizki Asdiarman | Voice Over: Khoirunisa Setya

Artikel ini telah tayang sebagian di Kompas.com dan Tribun-Medan.com

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved