Breaking News:

Bermodus Minta Pijat dan Istri Lagi Tidur, Ayah Tiri di Pandeglang Cabuli Anaknya Usia 9 Tahun

Namun, perbuatan bejat ayah tiri tersebut akhirnya dipergoki istri sekaligus ibu korban setelah terbangun dari tidurnya.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Abdul Qodir
Tribunbanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan
Polisi menunjukkan tersangka dan barang bukti kasus pencabulan anak oleh ayah tiri di Mapolres Pandeglang, Senin (23/8/2021). 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - TI (37), ayah tiri di Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten tega menggauli anaknya yang masih di bawah umur, Senin (23/8/2021). Modus si ayah tiri yakni minta dipijat karena pegal.

Pelaku diamankan petugas setelah ibu korban sekaligus istri melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian.

Korban sebut saja Mawar (9), yang masih duduk di bangku kelas 3 SD digauli pelaku sebanyak tiga kali saat istri sekaligus ibu korban terlelap tidur malam.

Baca juga: Tiga Siswi SD-SMP di Pandeglang Disekap dan Dirudapaksa di Bawah Ancaman Pisau

"Korban digauli sebanyak tiga kali di saat keadaan rumah sedang sepi," ujar Kasat Reskrim Polres Pandeglang, Iptu Fajar Maulidi di Mapolres Pandeglang, Senin (23/8/2021).

Namun, perbuatan bejat ayah tiri tersebut akhirnya dipergoki istri sekaligus ibu korban setelah terbangun dari tidurnya.

"Kejadiannya memang malam hari. Istri pelaku sedang tidur. Saat istrinya bangun. Secara tidak sengaja melihat suaminya sedang ada di kamar anaknya," tegasnya.

Ilustrasi pencabulan, pemerkosaan dan kekerasan seksual
Ilustrasi pencabulan, pemerkosaan dan kekerasan seksual (tribunlampung.co.id/dodi kurniawan)

Modus kejahatan yang digunakan pelaku yakni meminta dipijat karena badan pegal.

"Karena pelaku pegal dan meminta untuk dipijat oleh sang anak. Setelah itu pelaku yang melihat kondisi sudah sepi, langsung berbalik menyerang sang anak dan melakukan perbuatan tak senonoh tersebut," bebernya.

Baca juga: Polisi Menduga Pelaku Pembunuhan Ibu & Anak di Subang Lebih dari 1 Orang: Ada 2 Telapak Kaki Berbeda

Baca juga: Remaja dan 5 Kerbau Tewas di Tengah Sawah di Lebak, PLN Banten: Kawat GSW Terputus saat Dilewati

Kepada polisi, pelaku mengaku gelap mata dan tega melakukan perbuatan tersebut kepada sang anak yang masih duduk di kelas 3 SD tersebut.

Meski begitu, polisi tetap memproses hukum ayah tiri tersebut.

TI ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

TI dijerat Pasal 82 Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, dan terancam hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun.

Pasal tersebut mengatur tentang pencabulan anak oleh anggota keluarga.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved