Breaking News:

Paman-Keponakan Asal Minahasa Tenggelam Terseret Ombak di Pantai Kalapa Warna Lebak, Istri Teriak

Dan sekitar pukul 12.00 WIB, tiba-tiba istri korban Elly berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Abdul Qodir
tangkapan layar
Tim SAR gabungan dan warga melakukan pencarian dua wisatawan asal Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, yang hilang tenggelam usai terseret ombak di perairan Pantai Kalapa Warna, Desa Panyaungan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten, Senin (23/8/2021). 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Dua wisatawan asal Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, dinyatakan hilang tenggelam usai terseret ombak di perairan Pantai Kalapa Warna, Desa Panyaungan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten, Senin (23/8/2021).

Kedua korban, yakni Servi S Mondoringin (46) dan Elly Osborn Mondoringin (28), merupakan paman dan keponakan.

"Iya mereka datang berlibur ke sana. Setelah sampai di pantai mereka pun berenang, akan tetapi tak berselang lama ombak datang dan menarik keduanya," ujar Humas Basarnas Banten, Warsito, saat dihubungi, Senin (23/8/2021).

Baca juga: Maksud Hati Selamatkan Sandal, Bocah 13 Tahun di Cikupa Tewas Tenggelam di Danau

Kejadian bermula saat kedua korban datang ke Pantai Kalapa Warna bersama keluarga berjumlah delapan orang sekitar pukul 10.00 WIB.

Pukul 10.30 WIB, kedua korban berenang di perairan pantai tersebut.

Dan sekitar pukul 12.00 WIB, tiba-tiba istri korban Elly berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

Namun, kedua korban tidak dapat ditolong karena ombak sangat tinggi.

Baca juga: Tulang Belulang Manusia Ditemukan di Sawah di Pandeglang, Diduga Warga yang Hilang 3 Minggu Lalu

Baca juga: Tangkap Ikan di Wilayah Pandeglang Pakai Bahan Peledak, Dua Nelayan Asal Lampung Ditangkap Polair

Hingga Senin sore, tim Basarnas Banten bersama anggota TNI-Polri dan warga sekitar masih melakukan pencarian terhardap kedua korban.

"Sekarang masih dalam proses pencarian. Kami lakukan penyisiran di tepi pantai. Dengan harapan korban bisa cepat ditemukan," tuturnya.

Diketahui, seluruh objek wisata di Banten telah ditutup sementara selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pandemi Covid-19.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved