Breaking News:

Pimpinan DPRD Cilegon Usul Perubahan Status 1500 Guru Honorer Dilakukan Bertahap

Sementara, honor guru honorer di Kota Cilegon selama ini sangat lah rendah, yakni sekitar Rp 300 ribu sampai Rp 900 ribu.

Penulis: Khairul Ma'arif | Editor: Abdul Qodir
TribunBanten.com/Khairul Ma'arif
Guru honorer asal Cilegon mendatangi kantor DPRD Cilegon menuntut agar status tenaga kontrak sukarela (TKS) naik menjadi tenaga kerja kontrak (TKK) 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Khairul Ma'arif

TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Dinas Pendidikan Kota Cilegon mengakomodir tuntutan kelompok guru honorer menjadi Tenaga Kerja Kontrak (TKK) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kota Cilegon, Senin (23/8/2021).

Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon Hasbi Sidik mengusulkan perubahan status guru honorer yang diperkirakan mencapai 1.500 orang itu dilakukan secara bertahap.

Sebanyak 1.500 orang itu terdiri dari guru honorer yang masih berstatus tenaga kerja sukarela (TKS) dan tenaga harian lepas (THL).

"Saya kira tinggal inovasi saja secara bertahap perubahan statusnya bisa mulai dari yang masa pengabdiannya paling banyak mungkin," ujarnya kepada wartawan usai rapat.

Guru honorer asal Cilegon mendatangi kantor DPRD Kota Cilegon, Senin (23/8/2021)
Guru honorer asal Cilegon mendatangi kantor DPRD Kota Cilegon, Senin (23/8/2021) (TribunBanten.com/Khairul Ma'arif)

Menurutnya, peningkatan status kepegawaian guru honorer menjadi TKK merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa terhadap orang-orang berjasa dalam mencerdaskan penerus bangsa.

Sementara, honor guru honorer di Kota Cilegon selama ini sangat lah rendah, yakni sekitar Rp 300 ribu sampai Rp 900 ribu.

Baca juga: Gaji Tak Sampai Rp 1 Juta Per Bulan, Guru Honorer di Cilegon Datangi Kantor DPRD

Baca juga: Di Hadapan Anggota DPRD Cilegon, Kadindik Akomodir Tuntutan Ratusan Guru Honorer

"Masa' honornya hanya sekitar Rp 400 ribu saja, kalah dengan honor Ketua RT yang mencapai Rp 1 juta. Kami dari seluruh komisi yang ada di DPRD mendukung untuk adanya perubahan status ini," tegasnya.

Hasbi mendesak Pemkot Cilegon yang kini dipimpin Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta, merealisasikan tuntutan perubahan status untuk para guru honorer ini dengan upaya apapun.

Baca juga: 20 ASN Kabupaten Serang Ajukan Perceraian Selama Pandemi Covid-19, Sebagian Besar Guru

Ia membandingkan dengan honor guru honorer di Kota Tangerang yang sudah mencapai sekitar Rp 4 juta.

"Memang saya mengetahui bahwa APBD Cilegon berbeda dengan Kota Tangerang, tetapi upaya pemerintah seharusnya bisa lebih jelas untuk mencapai ini. Apalagi juga ada janji-janji politiknya (kampanye pilkada-red)," ungkapnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved