Breaking News:

Warga Tangerang Palsukan Surat Hasil Swab Antigen Pakai Photoshop, Dijual Rp 25 Ribu per Lembar

Polresta Tangerang Polda Banten mengamankan satu orang tersangka kasus pemalsuan surat keterangan hasil swab antigen covid-19

Editor: Yudhi Maulana A
Dok Humas Polda Banten
Pelaku pemalsuan hasil swab asal Kota Tangerang ditangkap polisi 

TRIBUNBANTEN.COM - Polresta Tangerang Polda Banten mengamankan satu orang tersangka kasus pemalsuan surat keterangan hasil swab antigen covid-19 di Kabupaten Tangerang.

"Berdasarkan laporan dari masyarakat yang bernomor LP/311/A/VIII/RES.1.9/2021/Resta Tangerang, tanggal 14 Agustus 2021. Polresta Tangerang Polda Banten berhasil mengamankan satu orang tersangka yang berinisial GTL alias G (23) yang merupakan warga Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang," kata Kapolresta Tangerang, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro saat melakukan press release bersama Kabid Humas Polda AKBP Shinto Silitonga, Selasa, (24/08/2021)

Wahyu menjelaskan modus pelaku dalam melakukan pemalsuan surat keterangan hasil swab antigen covid-19 tersebut ialah dengan cara men-scan surat keterangan hasil swab antigen yang asli, selanjutnya dimasukkan kedalam folder dan diedit menggunakan Aplikasi Photoshop dan selanjutnya dicetak.

"Adapun biaya dalam pembuatan surat keterangan hasil swab covid-19 tersebut sebesar Rp 25.000 per lembar," ungkapnya.

Baca juga: Tes PCR dan Swab Antigen Gratis di Rumah Sakit Pemkab Lebak, Tapi Hasilnya Tunggu 3 Hari

Wahyu menambahkan, berdasarkan penangkapan tersebut, Polresta Tangerang Polda Banten telah mengamankan 1 unit CPU merek Alcatros, 1 unit monitor merek LG, 1 unit keyboard merek M-Tech, 1 unit printer merek Epson, 1 unit mesin scan merek Canoscan, 1 buah kartu vaksin asli atas nama SK, 1 lembar surat keterangan hasil swab antigen covid-19 atas nama SK, 1 lembar surat hasil swab antigen atas nama SK dan uang tunai sebesar Rp 100ribu

"Atas perbuatan tersangka GTL alias G ini, pelaku telah melanggar pasal 363 KUHP dan atau 268 KUHP dengan ancaman hukuman paling berat selama 6 tahun penjara," ucapnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten Shinto Silitonga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan memanfaatkan situasi pandemi covid-19 ini dalam mencari keuntungan.

Baca juga: Alami Anosmia Namun Hasil Tes Swab Antigen Negatif, Begini Penjelasan Dokter

"Buat seluruh masyarakat yang ada di wilayah hukum Polda Banten, saya mengimbau untuk tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum seperti membuat surat keterangan hasil swab antigen palsu," ujar Shinto.

"Silahkan masyarakat membuat surat keterangan hasil swab ini di tempat-tempat yang sudah diperuntukkan," tutupnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved