Breaking News:

Fokus Produksi Kopi Robusta, 4 Wilayah di Kabupaten Serang Ini Jadi Sentra Budi Daya

Pihak Dinas Pertanian Kabupaten Serang akan fokus memproduksi tanaman kopi jenis robusta.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Glery Lazuardi
Freepik.com/wirestock
Ilustrasi - Biji kopi. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pihak Dinas Pertanian Kabupaten Serang akan fokus memproduksi tanaman kopi jenis robusta.

Rencananya empat wilayah di Kecamatan Ciomas, Kecamatan Padarincang, Kecamatan Anyer dan Kecamatan Cinangka akan menjadi sentra budi daya kopi.

Baca juga: Manfaat Kopi Kayu Manis, Cocok untuk Penderita Diabetes

Baca juga: Manfaat Kopi yang Mungkin Belum Kamu Tahu: Bisa Usir Serangga hingga Hilangkan Bau Tak Sedap

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana, mengatakan permintaan kopi jenis robusta di Kabupaten Serang tinggi.

Hanya saja, kata dia, ketersediaan tanaman kopi rakyat di wilayah itu masih tergolong kurang.

"Permintaan banyak, tetapi petani belum bisa produksi secara kontinu," kata dia, pada Rabu (25/8/2021).

Menurut dia, permintaan kopi di wilayah itu berasal dari
para komunitas barista dan pecinta kopi yang ingin mengikuti pameran kopi dengan memasarkan bibit kopi dari Kabupaten Serang.

Namun, kata dia, seringkali para penikmat dan penggiat kopi itu terkendala karena kurangnya jumlah bibit kopi yang tersedia.

"Dari komunitas barista kemudian pecinta kopi itu sudah komunikasi ingin kopi Serang ini bisa ikut di event-event, tetapi karena tadi mereka hanya bisa merasakan sekali, begitu repeat order (RO) barangnya sudah habis, diskontinu,” ujarnya.

Dia mengaku sudah menyampaikan kendala itu kepada Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah.

Untuk kemudian, dia akan meminta penambahan bibit kopi robusta kepada Kementrian Pertanian sekitar 30.000 bibit kopi.

"Yang rencananya nanti akan ditanam di Kecamatan Ciomas, Padarincang, Anyer dan Cinangka," kata dia.

Baca juga: Manfaat Kopi untuk Kesehatan Usus, Perhatikan Waktu yang Tepat untuk Minum Kopi

Baca juga: Manfaat Kopi Tanpa Gula, Bisa Terhindar dari Risiko 2 Penyakit Berbahaya Ini

Untuk saat ini, pihaknya hanya mampu memproduksi kopi di bawah 100 ton dalam satu kali panen.

"Bantuan alat pengolah biji itu ada dan bisa bermanfaat kalau misalnya populasi biji kopi, sekarang sekali panen juga kita di bawah 100 ton, tetapi setelah itu untuk repeat order (RO) lagi sudah nggak bisa, karena sedikit," ujarnya.

Kopi robusta telah ada di Kabupaten Serang sejak 60 tahun silam. Dia menjamin rasa kopi itu enak.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved