Breaking News:

Geger Mensos Risma Temukan Pungli, Berikut 2 Modus Pungutan Liar Bantuan Sosial di Tangerang

Menteri Sosial, Tri Rismaharini, menemukan dugaan pungutan liar bantuan sosial untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

Editor: Glery Lazuardi
Ist
Bantuan sosial (bansos) sembako untuk warga terdampak Covid-19 dari Kementerian Sosial. 

TRIBUNBANTEN.COM - Menteri Sosial, Tri Rismaharini, menemukan dugaan pungutan liar bantuan sosial untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

Hal itu ditemukan pada saat mantan wali kota Surabaya itu blusukan ke perumahan warga di Kota Tangerang, pada Rabu (28/7/2021).

Pihak Dinas Sosial Kota Tangerang mengungkap modus penyelewengan dana bantuan sosial di wilayah tersebut.

Baca juga: Belum Dapat Bansos? Unduh Fitur Usul-Sanggah di Aplikasi Cek Bansos, Siapkan KK & KTP

Baca juga: Waduh! Rumah Penerima Bansos Covid-19 Bakal Dilacak Satelit, Ini Alasannya

Kepala Seksi Data Dinas Sosial Kota Tangerang Arif Rahman mengatakan modus pertama yaitu kartu kesejahteraan sosial (KKS), bantuan sosial pangan non tunai (BPNT) dan ATM yang digunakan untuk mencairkan dana bansos.

Dana bansos yang dicairkan yakni berupa program keluarga harapan (PKH) milik keluarga penerima manfaat (KPM) yang dipegang oleh pekerja sosial masyarakat (PSM).

Seharusnya, kata Arif, kedua kartu akses tersebut dipegang oleh KPM.

"Modus yang kedua, PSM itu modusnya iuran sebesar 50 ribu, perlu kita lihat itu iurannya untuk kepentingan pribadi, kelompok atau kepentingan bersama," jelas Arif kepada wartawan, Selasa (24/8/2021).

"Iuran itu bukan cuma ada di PKH atau BPNT tapi di bantuan sosial tunai (BST) juga ada, dilakukan sama RT/RW." Tambah dia lagi.

Ia menjelaskan, BST disalurkan langsung oleh PT Kantor Pos Indonesia.

Namun, sepulangnya warga dari tempat pencairan bansos tersebut, ada oknum RT/RW yang melakukan pungutan liar (pungli).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved