Breaking News:

Tokoh Banten Embay Mulya Syarief Hibahkan Lahan 60 Ribu Meter untuk Balai Rehabilitasi Narkoba

Lahan tersebut diserahkan kepada BNN Pusat melalui Jendral Pol Anang Iskandar pada tahun 2015.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Abdul Qodir
Tribunbanten.com/Ahmad Tajudin
Tokoh pendiri Provinsi Banten KH Embay Mulya Syarief 

Laporan Wartawan TribunBanten.com  Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Ketua Umum PB Mathla'ul Anwar (MA) sekaligus pendiri Provinsi Banten, Embay Mulya Syarif, menghibahkan lahan 60.000 meter persegi miliknya kepada Badan Narkotika Nasional Provonsi (BNNP) Banten.

Lahan seluas itu dihibahkan untuk pembangunan Balai Rehabilitasi penyalahguna narkotika di Banten.

"Tadi kan sudah disampaikan bahwa mengenai penyalahgunaan narkoba ini, sudah sangat memprihatinkan. Untuk itu kita perlu adanya sebuah rehabilitasi," ujar Embay Mulya Syarief kepada awak media di Kampung Sukadiri, Kelurahan Kasunyatan, Kota Serang, Rabu (25/8/2021).

Embay menerangkan dirinya ia telah menyerahkan hibah lahan seluas 60.000 meter lebih.

Baca juga: Tekan Kasus Narkoba di Banten, Kampung Sukadiri Serang Jadi Kampung Tangguh Anti Narkoba

Baca juga: Dana Hibah Pesantren Disunat, Pendiri Banten Embay Mulya: Ada Yang Salah di Pemprov Banten

Lahan tersebut diserahkan kepada BNN Pusat melalui Jendral Pol Anang Iskandar pada tahun 2015.

Dan lahan itu terletak di daerah Kabupaten Serang.

Ia menghibahkan lahan tersebut dengan tujuan membantu pemerintah dalam mengobati para penyalahguna narkoba.

"Karena pengguna ini pada dasarnya dia adalah korban. Di mana korban itu dengan aturan tertentu dia bisa direhabilitasi," ujarnya.

Forkopimda Prov Banten bersama Forkopimda Kota Serang dalam acara Pencanangan Kampung Sukadiri, Kelurahan Kasunyatan Sebagai Kampung Tangguh Anti Narkoba
Forkopimda Prov Banten bersama Forkopimda Kota Serang dalam acara Pencanangan Kampung Sukadiri, Kelurahan Kasunyatan Sebagai Kampung Tangguh Anti Narkoba (TribunBanten.com/Ahmad Tajudin)

Adapun untuk pengedar, apalagi bandar, kata dia, bisa dihukum mati.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved