Breaking News:

Upaya DKBP3A Kabupaten Serang dalam Memenuhi Hak Anak: Bentuk Relawan PATBM di 326 Desa

Pemerintah Kabupaten Serang menargetkan 326 desa tersebar di 29 kecamatan pada 2022 sudah terbentuk Tim Relawan PATBM

Editor: Glery Lazuardi
istimewa
Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak atau DKBP3A Kabupaten Serang Tarkul Wasyit 

TRIBUNBANTEN.COM - Pemerintah Kabupaten Serang menargetkan 326 desa tersebar di 29 kecamatan pada 2022 sudah terbentuk Tim Relawan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).

Pembentukan PATBM berdasarkan amanah Undang-undang Nomor 35 Tahun 2004 Tentang Perlindungan Anak dan Perempuan.

“Target tahun 2022 (PATBM,-red) sudah terbentuk semua,” ujar Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak atau DKBP3A Kabupaten Serang Tarkul Wasyit melalui keterangan tertulis yang disiarkan Dinas Komunikasi Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosatik) pada Kamis, (26/8/2021).

Baca juga: Masih Andalkan dari ASN, Bupati Serang Berharap Pengumpulan ZIS Bisa Capai Target Tahun Ini

Baca juga: Bantuan Keuangan dari Provinsi Dipotong, Dana Untuk Dinas Pendidikan Kota Serang Tak Kebagian

Untuk saat ini, kata Tarkul, program nasional berdasarkan amanah Undang-undang Nomor 35 Tahun 2004 yang harus dilaksanakan oleh pemerintah daerah (pemda) dalam rangka memenuhi hak-hak anak.

“Di Kabupaten Serang dari 326 desa baru 33 desa yang sudah terbentuk PATBM atau baru 30 persen,”ucapnya.

Oleh karena itu, lanjut Tarkul, yang terpenting pihaknya akan menyosialisasikan terlebih dahulu ke semua kecamatan dan desa.

“Karena kalau kunjungan tidak mungkin di masa pandemi covid-19, maka kita lakukan dengan secara virtual. Rencananya sosialisasi akan dilakukan paska Pilkades Serentak Tahun 2021,” katanya.

Lebih lanjut Tarkul mengatakan, sesuai arahan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah berkeinginan segera di sosialisasikan kepada para camat dan kepala desa karena kondisi pandemi kemungkinan sosialisasi dilakukan secara virtual.

Dalam sosialisasi itu, DKBP3A akan memberikan panduan pembentukannya, setelah itu kita kerjasama dengan masing-masing desa.

Baca juga: Makin Aman, Mitra Driver Gojek Mengikuti Vaksinasi Covid-19 Pemkab Serang

Baca juga: Jumlah Kasus Menurun, RSDP Serang Tutup 2 Ruangan Pasien Covid-19, Kembali Jadi Tempat Rawat Umum

“Kita akan bentuk tim relawan seperti mahasiswa, petugas lapangan, pendamping desa. Perdesanya idealnya harus ada PATBM merupakan prakarsa masyarakat, akan terlibat unsur desa, perempuan, PKK, tokoh agama, tokoh masyarakat, Babinsa, Kamtibmas, kader posyandu, poskamling dan lainnya, jadi semua terlibat,”terang Tarkul Wasyit.

“Jadi struktur PATBM kedepan kalau misal terkait pendidikan agama tokoh agama maka memberikan pencerahan d majelis talim, kalau anak ada kasus didampingi dengan babinsa,”tambah Tarkul.

Sedangkan tujuan dibentuknya PATBM di setiap desa, lebih lanjut Tarkul menambahkan bagaimana sebagai unsur pemerintahan, unsur swasta memberikan pemenuhan hak-hak anak dan perlindungan pendampingannya.

“Jadi pemerintah harus hadir, masyarakat juga harus mendukung. Ini juga bentuk antisipasi terjadinya kekerasan terhadap anak,”tegas Tarkul.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved