Breaking News:

Video Haru, Kisah Pembersih Makam di Pandeglang "Menanti Berkah di Balik Rumah Reyot"

Baginya, kata pasrah adalah satu jalan yang saat ini hanya bisa disampaikan kepada sang Maha Kuasa.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Rizki Asdiarman

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Tubuh kecil dan kulit sawo matang serta kantung mata terlihat jelas.

Sembari memegang celurit, Sartaman berjalan membungkuk ke tempat pemakaman umum (TPU) Talaga Paheut, Pandeglang, Jumat (27/8/2021).

Saat ditemui TribunBanten.com, pria berusia 87 tahun ini sedang membersihkan satu per satu makam menggunakan kedua tangannya yang berkerut dan kering.

Dia menggerakkan tangan kanan untuk membersihkan area pemakaman tersebut.

Baca juga: Ancam Mantan Istri Agar Mau Rujuk, Pria Ini Paksa Anaknya yang Balita Merokok Lalu Direkam

Cerita diawali dengan panggilan yang selalu ditunggunya setiap pagi.

Di sebuah gubuk reyot yang hanya beralaskan tanah dengan dinding rumah yang berlapiskan tripleks terlihat lusuh, Sartarman menunggu, apakah ada orang yang akan dimakamkan?

Pada pagi hari, Sartaman hanya makan bubur.

Memasuki sore hari, dia mesti berpuasa.

Baginya, kata pasrah adalah satu jalan yang saat ini hanya bisa disampaikan kepada sang Maha Kuasa.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved