Breaking News:

Virus Corona

Rusia Siap Bekerja Sama untuk Memproduksi Vaksin Covid-19 Sputnik V di Indonesia

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan persetujuan penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization

Juan MABROMATA / AFP
Petugas kesehatan menunjukkan botol vaksin Sputnik V di pusat vaksinasi untuk petugas kesehatan medis, di lapangan basket klub Argentina River Plate, di bawah tribun stadion Monumental, di Buenos Aires pada 2 Februari, 2020. 

TRIBUNBANTEN.COM - Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) mengeluarkan persetujuan penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin Sputnik V, Selasa (24/8/2021).

" BPOM memberikan EUA untuk Sputnik V terbatas pada kondisi wabah pandemi sebagai prevention of the newly discovered coronavirus infection ( Covid-19) in adults over the age of 18."

“Sesuai dengan hasil evaluasi terhadap data khasiat, keamanan dan mutu,” demikian bunyi keputusan BPOM yang ditandatangani Kepala BPOM, Penny Lukito.

Russian Direct Investment Fund (RDIF), pemegang lisensi vaksin Covid-19 Sputnik V asal Rusia menyatakan kesiapannya bekerja sama dengan pemerintah Indonesia melalui Kemenristek RI.

Kerja sama itu untuk memproduksi vaksin Sputnik V di Indonesia.

Baca juga: Vaksin Sputnik-V Buatan Rusia Dapat Izin Penggunaan Darurat dari BPOM, Efikasinya 91,6 Persen

Menurut Penny Lukito, efek samping paling umum yang dirasakan ketika disuntik vaksin Sputnik V adalah gejala menyerupai flu (a flu-like syndrome), yang ditandai dengan demam, menggigil, nyeri sendi (arthralgia), dan nyeri otot (myalgia).

Selain itu, juga badan lemas (asthenia), ketidaknyamanan, sakit kepala, hipertermia, atau reaksi lokal pada lokasi injeksi.

“Untuk efikasinya, data uji klinik fase 3 menunjukkan Vaksin Covid-19 Sputnik-V memberikan efikasi sebesar 91,6% (dengan rentang confidence interval 85,6% - 95,2%),” ucap Penny Lukito.

Vaksin Covid-19 Sputnik-V merupakan vaksin yang dikembangkan The Gamaleya National Center of Epidemiology and Microbiology di Russia yang menggunakan platform Non-Replicating Viral Vector (Ad26-S dan Ad5-S).

Baca juga: Satgas Covid-19 Kembali Tegaskan Kalau Kombinasi Jenis Vaksin Covid-19 Hanya untuk Booster Nakes

Vaksin ini didaftarkan PT Pratapa Nirmala (Fahrenheit) sebagai pemegang EUA dan bertanggung jawab untuk penjaminan keamanan dan mutu vaksin ini di Indonesia.

Atas keputusan BPOM tersebut, PT Pratapa Nirmala (Fahrenheit), menyambut dengan antusias atas keluarnya EUA vaksin Sputnik V.

Direktur Marketing PT Pratapa Nirmala (Fahrenheit), John, mengatakan pihaknya telah diberikan kepercayaan RDIF sebagai importir resmi.

"Kami sangat berterima kasih atas dukungan BPOM dalam melakukan evaluasi terhadap vaksin Sputnik V,” ucap John lewat rilis yang diterima TribunBanten.com, Sabtu (28/8/2021).

Belum lama ini, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, mengatakan tim dari BPOM RI telah mengunjungi Rusia pada Juni 2021 untuk meninjau fasilitas produksi vaksin Covid-19 Sputnik V.

Baca juga: Makin Aman, Mitra Driver Gojek Mengikuti Vaksinasi Covid-19 Pemkab Serang

Sebelumnya, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva mengatakan Sputnik V Rusia sudah dalam proses registrasi di BPOM Indonesia.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved