Breaking News:

Virus Corona

Afrika Selatan Temukan Covid-19 Varian C.1.2, Lebih Menular dan Kebal Vaksin, Ini Penjelasannya

Peneliti di Afrika Selatan umumkan kalau mereka menemukan varian baru virus corona (Covid-19).

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Virus Corona | Covid-19- Jumlah pasien positif dan meninggal karena Covid-19 di Indonesia terus bertambah. Virus corona jenis baru ini menyerang saluran pernapasan. 

TRIBUNBANTEN.COM - Peneliti di Afrika Selatan umumkan kalau mereka menemukan varian baru virus corona (Covid-19).

Melansir Tribunnews, varian baru ini yang mereka khawatirkan akan lebih menular dan resisten dibandingkan varian sebelumnya terhadap vaksin.

Strain baru ini sebenarnya terdiri dari beberapa mutasi virus dan secara kolektif dikenal sebagai C.1.2.

Strain baru ini telah diidentifikasi oleh para peneliti di National Institute of Communicable Diseases dan KwaZulu-Natal Research Innovation and Sequencing Platform.

C.1.2 kali pertama terdeteksi di Afrika Selatan pada Mei lalu, kemudian sejak saat itu muncul di negara-negara di seluruh dunia, termasuk China, Republik Demokratik Kongo, Mauritius, Selandia Baru, Inggris, Portugal dan Swiss.

Dalam sebuah makalah yang diposting pada medRxiv.org, para ilmuwan ini secara hati-hati menjelaskan bahwa garis keturunan baru telah 'dikaitkan dengan pelepasan antibodi penetral kelas 3 tertentu', yakni perlindungan yang diberikan baik secara alami atau melalui bantuan vaksin terhadap Covid-19.

Silsilah C.1.2 juga disebut memiliki tingkat mutasi sekitar 41,8 per tahun, hampir mencapai dua kali lipat yang diungkapkan oleh varian lain.

Baca juga: Jadwal Vaksinasi Corona di Kota Tangerang pada Senin 30 Agustus 2021: Berikut Lokasi hingga Sasaran

"Yang lebih memprihatinkan adalah akumulasi mutasi tambahan yang juga cenderung berdampak pada sensitivitas netralisasi atau pembelahan furin," kata makalah itu.

Peringatan ini merujuk pada kemampuan virus untuk menularkan dan menghindari antibodi.

Dikutip dari laman Sputnik News, Senin (30/8/2021), C.1.2 disebut berevolusi dari C.1, salah satu dari beberapa garis keturunan yang mendominasi gelombang pertama infeksi SARS-Cov-2 di Afsel dan yang terakhir terdeteksi di negara itu pada Januari 2021.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved