Breaking News:

Hindari Bermain Layang-layang di Dekat Jaringan PLN, Bahaya dan Bisa Mengganggu Pasokan Listrik

Selama Agustus 2021, PLN UID Banten mencatat ada 49 gangguan listrik yang disebabkan layang-layang.

Editor: Agung Yulianto Wibowo
dokumentasi PLN
PLN UID Banten telah menggiatkan sosialisasi kepada masyarakat agar bermain layang-layang secara aman jauh dari jaringan listrik. 

TRIBUNBANTEN.COM - Layangan yang tersangkut di jaringan PLN menjadi satu di antara penyebab padamnya listrik secara luas.

Selama Agustus 2021, PLN UID Banten mencatat ada 49 gangguan listrik yang disebabkan layang-layang.

Senior Manager Distribusi PLN UID Banten, Putu Eka Astawa, mengatakan bermain layang-layang di sekitar jaringan PLN berisiko untuk terganggunya pasokan listrik.

"Apalagi masyarakat yang bermain layang-layang memakai kawat, ini berbahaya," katanya.

Kawat bisa mengantarkan listrik dan saat menempel di jaringan PLN, bisa menyebabkan korsleting,  membahayakan nyawa, dan mengganggu pasokan listrik.

Baca juga: PLN Imbau Masyarakat tak Bermain Layang-layang di Sekitar SUTT dan SUTET, Bahaya!

 “Termasuk di dalamnya adalah pasokan listrik ke rumah sakit rujukan Covid-19, sentra vaksinasi, dan produsen oksigen yang sangat penting perannya dalam penanganan pandemi ini,” ucap Putu.

Dia mengimbau masyarakat untuk tidak lagi bermain layang-layang di sekitar jaringan listrik PLN, apalagi menggunakan layang-layang berkawat.

"Kami memahami hobi masyarakat dalam bermain layang-layang, meski demikian masyarakat harus memperhatikan lokasi tempat bermain," ujarnya.

Sebaiknya pilih lokasi yang lapang yang jauh dari kabel listrik sehingga tidak membahayakan bagi pemain dan jaringan PLN agar tidak mengganggu kepentingan umum.

Baca juga: 2.816 Pelanggan Banten Sudah Mendaftar, Ikuti Super Merdeka Listrik dari PLN sampai 31 Agustus 2021

PLN UID Banten telah menggiatkan sosialisasi kepada masyarakat agar bermain layang-layang secara aman jauh dari jaringan listrik.

Sosialisasi itu rutin dilakukan di media sosial PLN, radio-radio daerah, dan tim yang turun ke lapangan untuk menyebarkan informasi.

“Serta mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya tokoh masyarakat agar ikut membantu mengedukasi sehingga muncul kepedulian akan keselamatan pribadi dan kelistrikan,” ucap Putu.

Baca juga: Jaga Pasokan Listrik, PLN Fokus Beli Batu Bara Langsung dari Pemilik Tambang

Untuk itu, pihaknya juga selalu mengingatkan masyarakat untuk proaktif melaporkan jika menemukan layang-layang yang tersangkut di jaringan PLN.

Pelaporan dapat dilakukan melalui aplikasi New PLN Mobile atau melalui contact center PLN 123.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved