Breaking News:

PNS di Pandeglang akan Dipantau GPS Tiap Hari, Tunjangan Dipotong Ketahuan Keluyuran

Pery mengatakan, penerapan metode ini diharapkan dapat membuat para ASN di Pandeglang bekerja secara maksimal dalam memberikan pelayanan terbaik

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Abdul Qodir
Tribunnews/Jeprima
Ilustrasi PNS berbaris 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Pemerintah Kabupaten Pandeglang akan memperketat pengawasan terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN; PNS dan PPPK) di Lingkungan Pemkab Pandeglang mulai awal September 2021 ini.

Nantinya, setiap nomor telepon genggam ASN Pemkab Pandeglang akan terkoneksi dan termonitor sistem informasi Pemkot Pandeglang.

Kebijakan ini untuk mencegah aktivitas maupun mobilitas ASN selain bekerja saat jam kerja, termasuk yang keluyuran makan saat jam kerja.

"Iya benar, nantinya kehadiran dan kinerja pegawai akan terpantau langsung, dan kita juga akan menerapkan sistem digital baik absensi ataupun kerjanya," kata Sekretaris Daerah Pandeglang, Pery Hasanudin saat dihubungi, Senin (30/8/2021).

Baca juga: Prihatin Ada Ribuan Kasus Perceraian ASN, Wabup Serang: Mudah-mudahan Bukan karena Selingkuh

Pery mengatakan, penerapan metode ini diharapkan dapat membuat para ASN di Pandeglang bekerja secara maksimal dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Apalagi, gaji dan tunjangan ASN bersumber dari pajak masyarakat.

"Semoga saja mereka semakin termotivasi untuk terus bekerja baik dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ucapnya.

Baca juga: RESMI, Asrama Haji Banten akan Dibangun di Lahan 4,4 Hektare Cipondoh, Segini Biayanya

Pery meyakinkan pihaknya dalam hal ini Badan Kepegawaian Daerah (BKD) akan mengambil tindakan tegas terhadap ASN yang melanggar setelah adanya penerapan metode ini, di antaranya pemotongan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP).

"Jadi, pada saat berangkat dari rumah, kita harus punya rencana apa saja yang mau dikerjakan di kantor melalui aplikasi itu. Kalau enggak, nanti akan kena sanksi pengurangan TPP," tandasnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved