Breaking News:

Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Nekat Lintasi Jembatan Amblas di Carenang

Bahkan, ada beberapa warga harus turun dan mendorong sepeda motornya karena posisi jembatan yang curam.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Abdul Qodir
TribunBanten.com/Desi Purnamasari
Jembatan yang menghubungkan antara dua Desa di Kecamatan Carenang, yakni Desa Pamanuk dengan Desa Mekarsari putus 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN SERANG - Sejumlah warga masih nekat melintasi jembatan amblas dan terbelah dua yang menjadi penghubung Desa Pamanuk dan Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Senin (30/8/2021).

Jembatan dengan lebar kurang 2 meter dan dibangun sejak 2008 itu amblas setelah dilintasi kendaraan odong-odong pada 11 Agustus 2021.

Pantauan TribunBanten.com, jembatan tersebut terbelah dua dengan bantalan karung pasir di bagian tengah.

Jembatan tersebut tepat berada di atas Sungai Cidurian yang saat ini kondisinya sedang surut, namun pada saat air nya kembali naik jembatan tersebut akan terendam air.

Baca juga: Jembatan di Carenang Amblas Setelah Dilintasi Odong-Odong, Sudah Seminggu Belum Diperbaiki

Meski begitu, masih banyak warga yang nekat  melintas dijembatan tersebut meski harus dengan besusah payah.

Bahkan, ada beberapa warga harus turun dan mendorong sepeda motornya karena posisi jembatan yang curam.

Wartinah (29), warga setempat menuturkan dirinya tidak ada pilihan jalan lain untuk melitas. Sebab, hanya jalan tersebut yang terdekat dari rumahnya untuk menuju desa sekitar.

"Memang cuma jalan ini saja yang lebih dekat. Kalau harus muter, ribet lagi, lebih jauh ada sekitar 3 sampai 5 kilometer," ujarnya sesaat melintasi jembatan tersebut.

Wartinah dan warga lainnya berharap agar segera adanya perbaikan dari Pihak Pemerintah agar akses warga dapat berjalan seperti sediakala.

Baca juga: Turap Kali Pesanggrahan Ciputat Ambruk, Calon Pengantin Jadi Korban

Sementara itu, Pelaksana Pembangunan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Dinas PUPR) Kabupaten Serang, Panji Wisnu mengaku belum mengetahui adanya jembatan amblas tersebut.

"Untuk yang di Kecamatan Carenang sejauh ini belum ada laporan masuk," katanya.

Panji meyakinkan petugasnya akan melakukan survei ke lokasi dan melakukan perbaikan dalam lima hari jika sudah ada laporan dari masyarakat.

"Nanti akan dikordinasikan terlebih dahulu dengan tim yang lain, takutnya laporannya memang sudah masuk, tapi ditangani oleh teman-teman yang lain," ujarnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved