Breaking News:

Banten Alami Inflasi 0,13 Persen pada Agustus 2021, Didongkrak Kenaikan Perumahan, Air dan Listrik

Badan Pusat Statistik (BPS) Banten mencatat inflasi terjadi di dua kota IHK, yaitu Kota Tangerang dan Kota Serang.

Capture YouTube BPS Provinsi Banten
Rilis BPS Banten terkait inflasi di Banten 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pada Agustus 2021, Banten mengalami inflasi sebesar 0,13 persen dengan harga indeks harga konsumen (IHK) 106,70.

Badan Pusat Statistik (BPS) Banten mencatat inflasi terjadi di dua kota IHK, yaitu Kota Tangerang dan Kota Serang.

Kota Tangerang mengalami inflasi sebesar 0,16 dengan IHK sebesar 106,01.

Diikuti oleh Kota Serang sebesar 0,15 persen dengan IHK sebesar 108,98.

Sementara Kota Cilegon mengalami deflasi sebesar 0,06 persen dengan IHK sebesar 108,46.

Kepala BPS Provinsi Banten Adhi Wiriana mengatakan, meski Banten mengalami inflasi namun kenaikan itu tidak signifikan.

"Sebenarnya angka inflasi yang rendah ini mencerminkan bahwa tingkat daya beli masyarakat Banten belum meningkat," ujarnya dilansir dari Youtube Berita BPS Banten, Rabu (1/9/2021).

Baca juga: Akibat Pandemi Covid-19, BPS Catat Penduduk Miskin di Banten Tembus 867,640 Orang Per Maret 2021

Menurut Adhi tingkat inflasi yang rendah disebabkan oleh para pengusaha yang belum berani menaikan harga jualan.

Adapun tingkat inflasi Di Banten tahun kalender Agustus 2021 terhadap Januari 2021 sebesar 1,04 persen.

Secara tahun ke tahun (Year on Year/YoY) atau Agustus 2021 terhadap Agustus 2020, ialah 1,46 persen.

Inflasi Menurut Kode Komunitas

Ilustrasi Perumahan
Ilustrasi Perumahan (TRIBUNNEWS.COM/JEPRIMA)

Berdasarkan kode komoditas, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi paling tinggi sebesar 0,44 persen.

Diikuti dengan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,32 persen.

Selain itu, kelompok transportasi juga mengalami inflasi sebesar 0,25 persen dan perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,15 persen.

Sedangkan kelompok yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,12 persen.

Diikuti oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,08 persen, dan kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,06 persen.

Baca juga: Inflasi di Banten Naik Hingga 0,17 Persen pada April 2021, Ini Penyebabnya

Andil Inflasi dan Deflasi Antarkota

Kota Tangerang

Komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar di Kota Tangerang  adalah sewa rumah sebesar 0,13 persen.

Selanjutnya buah naga sebesar 0,05 persen dan angkutan udara sebesar 0,04 persen.

Komoditas pepaya dan emas perhiasan juga memberikan andil inflasi masing-masing sebesar 0,02 persen.

Sementara komoditas yang memberikan andil deflasi, di antaranya adalah daging ayam ras sebesar 0,05 persen dan cabai merah 0,04 persen.

Selain itu komoditas air kemasan juga memberi andil deflasi sebesar 0,03 persen dan cabai rawit sebesar 0,02 persen.

Kota Serang

Di Kota Serang, komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar adalah tomat sebesar 0,05 persen dan jeruk sebesar 0,04 persen.

Diikuti oleh daging ayam ras dan minyak goreng masing-masing sebesar 0,02 persen.

Kemudian bawang putih, kontrak rumah, popok bayi/diapers, dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01 persen.

Komoditas yang memberikan andil deflasi, diantaranya adalah bawang merah sebesar 0,05 persen dan cabai rawit 0,04 persen.

Baca juga: Inflasi di Banten Naik Hingga 0,17 Persen pada April 2021, Ini Penyebabnya

Diikuti oleh cabai merah 0,03 persen serta ayam hidup, jengkol, dan cumi-cumi masing-masing sebesar 0,01 persen

Kota Cilegon

Pada Agustus 2021 Kota Cilegon mengalami deflasi sebesar 0,06 persen.

Komoditas yang memberikan andil deflasi terbesar di Kota Cilegon adalah cabai rawit sebesar 0,04 persen.

Diikuti cabai merah dan bawang merah masing-masing sebesar 0,03.

Adapun komoditas cumi-cumi dan daging ayam ras yang masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,02 persen.

Meski begitu, terdapat sejumlah komoditas yang mengalami inflasi seperti tomat dan rokok kretek filter sebesar 0,03 persen.

Rokok putih, buah naga, dan telur ayam ras juga memberikan andil sebesar 0,01 persen

Inflasi Komponen Energi dan Bahan Makanan

Komponen energi pada Agustus 2021 di tiga Kota IHK tidak mengalami perubahan indeks yang signifikan.

Indeks harga konsumen di Kota Tangerang sebesar 100,34 persen dan 100,18 persen di Kota Cilegon.

Kemudian di Kota Serang indeks harga konsumen untuk komponen energi adalah sebesar 98,91 persen.

Sedangkan, Bahan Makanan di Kota Tangerang, Cilegon, dan Serang mengalami Deflasi.

Kota Tangerang mengalami deflasi sebesar 0,08 persen dengan IHK sebesar 107,14 persen.

Diikuti Kota Cilegon yang mengalami deflasi sebesar 0,52 persen dengan IHK sebesar 108,56 persen.

Sementara Kota Serang mengalami deflasi sebesar 0,03 persen dengan IHK sebesar 109,29 persen.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved