Virus Corona
Vaksin Covid-19 yang Diterima dari Produsen Baru Mencapai 35 Persen dari Kebutuhan Rakyat Indonesia
Ketiga, kontribusi kasus positif, dan keempat adalah varian atau mutasi virus di daerah tersebut
TRIBUNBANTEN.COM - Kudus mendapatkan alokasi vaksin Covid-19 lebih banyak dibandingkan daerah lain.
Hal itu karena Kudus ada peningkatan kasus Covid-19.
Jubir Vaksinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi, mengatakan kontribusi kasus positif menjadi satu di antara pertimbangan dalam pendistribusian vaksin.
Selain itu, ada beberapa pertimbangan lain, yaitu jumlah penduduk.
Baca juga: Titik-titik Vaksinasi yang Digelar Polda Banten, Targetkan 19.500 Orang Suntik Vaksin Covid-19/Hari
Yang kedua adalah tingkat laju penularan yang terjadi.
"Ketiga, kontribusi kasus positif, dan keempat adalah varian atau mutasi virus di daerah tersebut," ujarnya pada Dialog Produktif Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Selasa (31/8/2021).
Di daerah Jawa dan Bali masuk pada pertimbangan peningkatan kasus yang terjadi pada Juli.
Proporsi vaksinnya mencapai 60 persen dibandingkan daerah lain.
Baca juga: Ratusan Kiai dan Santri di Banten Antusias Ikuti Vaksinasi di Masjid Agung Ats-Tsauroh Serang
Menurut dia, jumlah vaksin yang diterima dari produsen baru sebesar 35 persen dari kebutuhan rakyat Indonesia.
Pemerintah akan meningkatkan vaksinasi sesuai ketersediaan dan daerah akan berupaya mengatur agar lebih cermat.
"Kita tahu bahwa distribusi vaksin setiap minggu ke Dinas Kesehatan provinsi dan TNI dan Polri. Ada tiga jalur proses vaksinasi," ucapnya.
Baca juga: Ada 9.000 Ibu Hamil di Kabupaten Serang jadi Target Vaksinasi
Diharapkan ketiga jalur dilakukan koordinasi melalui forum bagaimana pembagian sasaran termasuk prioritas penetapan sasaran vaksinasi.
Menurut Siti, dengan adanya koordinasi itu, masyarakat jadi tahu persis jadwal vaksinasi.
Selain itu, mereka juga mendapatkan vaksinasi secara lengkap, yaitu dosis pertama dan kedua.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/jubir-vaksinasi-covid-19-kemenkes-dr-siti-nadia-tarmizi.jpg)