Breaking News:

Jembatan Dermaga Cidaon di Ujug Kulon Ambruk, Balai TNUK Sebut Tak Ada Anggaran untuk Perbaikan

Beredar video di media sosial dua wisatawan yang sedang berkunjung ke Taman Nasional Ujung Kulon, Kabupaten Pandeglang, Banten tercebur ke laut.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Yudhi Maulana A
Capture Instagram @infopandeglang
Jembatan dermaga Cidaon di Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, Pandeglang ambruk 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Kepala Bagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Dudi Mulyadi angkat bicara terkait jembatan di Dermaga Cidaon, yang berada di Taman Nasional Ujung Kulon yang terputus pada saat dilalui wisatawan, Sabtu (21/8/2021).

Sebelumnya, Beredar video di media sosial dua wisatawan yang sedang berkunjung ke Taman Nasional Ujung Kulon, Kabupaten Pandeglang, Banten tercebur ke laut.

Beruntung, ke dua korban yang tercebur tersebut tidak mengalami luka berat akibat insiden tersebut.

Hanya saja, sejumlah barang-barang elektronik milik wisatawan tersebut rusak, akibat tercebur ke dalam air pasca jembatan tersebut roboh.

Baca juga: Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Nekat Lintasi Jembatan Amblas di Carenang

Dudi menerangkan, jembatan dermaga Cidaon sendiri yang berada di wilayah Taman Nasional Ujung Kulon, yang merupakan pintu masuk wisata satwa tersebut sudah ada sejak tahun 2001.

Pihaknya pun sempat melakukan sedikit perbaikan pada tahun 2017.

Akan tetapi, pada tahun 2018 pasca diterjang, Tsunami Selat Sunda sejumlah aset, di Taman Nasional Ujung Kulon terus mengalami kerusakan.

"Tsunami itu menyebabkan terjadi penurunan aset, seperti kerusakan permukaan dermaga. Bahkan pos petugas di Cidaon pun hancur. Kayu yang terpasang terbuka. Itu terpengaruh juga oleh kondisi cuaca kayak terik matahari, hujan dan terpaan ombak," katanya saat dihubungi, Kamis (2/9/2021).

Dirinya pun turut prihatin dengan adanya peristiwa ambruknya, jembatan dermaga tersebut dan terperosoknya wisatawan yang hendak melintasi jembatan tersebut.

Baca juga: Sungai Ciasem Meluap, 4 Hektare Sawah di Kabupaten Serang Gagal Panen, Jembatan Roboh

Ia tidak mampu berbuat banyak, lantaran saat ini biaya perawatan dan pemeliharaan untuk tempat wisata, termasuk di Taman Nasional Ujung Kulon.

"Dampak Covid menyebabkan sebagian besar anggaran kegiatan di-refocusing. Jadi pemeliharaan tidak direalisasikan," terangnya.

Pihaknya pun meminta kepada seluruh tour travel dan operator perjalanan yang membawa wisatawan ke Taman Nasional Ujung Kulon, untuk sementara tidak menggunakan dan melintasi dermaga Cidaon.

"Guide atau jasa wisata sementara tidak menggunakan dermaga dulu untuk mengantar pengunjung atau tambat kapal untuk menepi ke pinggir pantai. Sebaiknya gunakan perahu kecil atau sampan untuk melangsir wisatawan ke Cidaon," jelasnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved