Breaking News:

Nasib Mantan Atlet Dayung Peraih 3 Medali Emas SEA Games: Terlupakan di Usia Tua, Kini Buruh Tani

Karni atlet dayung di era 1990-an kini harus hidup sebagai buruh tani dan pekerja lepas membersihkan kolam renang untuk bisa bertahan hidup.

Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi kontingen Indonesia di SEA Games 

TRIBUNBANTEN.COM - Karni atlet dayung di era 1990-an kini harus hidup sebagai buruh tani dan pekerja lepas membersihkan kolam renang untuk bisa bertahan hidup.

Sebagai atlet yang pernah mengukir prestasi, Karni pernah meraih prestasi nasional dan dunia bersama rekan satu timnya kala itu.

Termasuk mempersembahkan medali 3 emas dan 1 perak di ajang Sea Games 1996-1997. Serta mengikuti kejuraan dunia di Hong Kong.

Meski demikian selama mengikuti kejuaraan dengan beragam prestasi, saat itu Karni hanya mendapatkan dua kali bonus dari pemerintah.

Meski demikian, melihat beragam prestasi yang pernah diperoleh, sang mantan atlet sempat mendapatkan tawaran untuk bergabung pada cabang olahraga dayung di Blora, Jawa Tengah sebagai pelatih.

Baca juga: Cerita Putri KW Juarai Spain Masters 2021, Bermain Lepas Tanpa Beban

Baca juga: Cerita Siswa SMK 2 Rangkasbitung di Hari Pertama PTM: Lupa Jalan ke Sekolah, Malah ke Tongkorongan

Setiap pagi sang mantan atlet berangkat ke lokasi kolam renang untuk menyapu di sekitar area kolam renang.

Namun saat pandemi Covid-19, pendapatan Karni jauh berkurang karena kolam renang Tirtonadi ditutup.

Selain itu untuk mencari penghasilan tambahan, Karni menjadi buruh tani di desanya.

Salah satu tetangga yang merasa iba meminta Karni untuk membantu menggarap ladang dengan upah Rp 30 ribu setiap kali datang.

"Jadi tukang sapu tapi kalo buka, kan ini pandemi. Karena tidak dibuka, saya itu kalo pagi, kesini subuh pulang jam 06.00 atau 06.30 WIB, terus saya cari kerjaan sampingan jadi buruh tani," tutur Karni, mantan atlet dayung.

Baca juga: Cerita Suka-Duka Briptu Alfie dan Briptu Tasha, Personel Polda Banten yang Bertugas di Afrika

Baca juga: Cerita Siswa SMPN 7 Kota Cilegon Ikut Sekolah Tatap Muka: Pasang Alarm Agar Bangun Pagi

Dengan beragam pengalaman dan prestasinya juga melihat kondisi fisik yang masih prima, Karni sempat mendapat tawaran dari rekan-rekannya untuk menjadi seorang pelatih dayung.

Namun ia belum memutuskan untuk menerima atau tidak tawaran tersebut.
Melihat banyaknya pemberitaan tentang Karni, pemerintah Kabupaten Blora memberikan bantuan Rp 100 juta untuk membangun rumah yang layak bagi Karni.

Tulisan ini sudah tayang di kompas.tv berjudul Mantan Atlet Berprestasi Jadi Buruh Tani

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved