Breaking News:

Warung Mie Ayam di Lebak Kedatangan Tamu Tak Diundang, Pas Dilihat Ternyata

Warung Mie Ayam Uun di Jalan Rt Hadiwinangun, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten ini kedatangan tamu tak terduga.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/MARTEENRONALDOPAKPAHAN
Pemadam Kebakaran Kabupaten Lebak 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Warung Mie Ayam Uun di Jalan Rt Hadiwinangun, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten ini kedatangan tamu tak terduga.

Tamu tak terduga itu berupa ular piton 2,5 meter di dekat kompor dapur tempat pemilik warung menyimpan peralatan jualan.

"Iya, kami menerima laporan ada ular piton 2,5 meter di kolong dapur. Saat ditemukan bagian ular tersebut sudah membesar, kemungkinan telah menyantap tikus atau ayam yang ada di sana," kata Kabid Damkar Lebak, Iwan Dermawan, saat ditemui di kantor Damkar Lebak, Kamis (2/9/2021).

Baca juga: Dikira Disengat Kalajengking, Bocah 10 Tahun Tewas Dipatuk Ular Kobra Saat Tidur

Baca juga: Viral Video Ular Piton dengan Perut Buncit Diamankan Petugas Damkar, Diduga Habis Menelan Hewan Ini

Menurut dia, penemuan ular itu merupakan yang ke dua kalinya, setelah sebelumnya Damkar Lebak menemukan ular jenis king kobra di perumahan yang berada di Lebak.

Pihaknya, sedang menunggu pihak BKSDA Banten untuk segera mengambil hewan tersebut.

"Saat ini sudah kami amankan. Kami menunggu pihak konservasi untuk mengambil hewan tersebut," ujarnya.

Selama delapan bulan terakhir, pihaknya telah mengamankan setidaknya 25 ekor ular dari spesien lainnya.

Baca juga: Ular Piton 3 Meter Tiba-Tiba Muncul di Kantor Bank dan Bikin Panik, Berasal dari Mobil Nasabah

Baca juga: Rohiyah Kaget Bukan Kepalang, Ular Piton 2,7 Meter Masuk ke Kamar Rumahnya

Menurutnya, ular-ular itu semakin banyak di tangkap di daerah perkotaan, lantaran populasi ataupun ekosistem rantai makanan nya telah terganggu oleh maraknya pembangunan rumah.

"Iya wajar saja banyak ular kita temukan, hal ini dikarenakan memang ekosistem mulai terganggu, apalagi saat ini banyak sekali pembangunan rumah kita lihat di daerah perkotaan termasuk di Rangkasbitung," tambahnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved