Breaking News:

Virus Corona

Insentif Tenaga Kesehatan Sebesar Rp 5,8 Triliun Sudah Dibayar, Bagaimana Nasib Nakes di Daerah?

Pihak Kementerian Kesehatan telah membayarkan insentif tenaga kesehatan (nakes) tahun 2021 Rp 5,865 triliun dari pagu yang dianggarkan Rp 7,42 triliun

Editor: Glery Lazuardi
TribunBanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan
Tenaga kesehatan di Kota Serang mendapatkan vaksin Covid-19 

TRIBUNBANTEN.COM - Pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah membayarkan insentif tenaga kesehatan (nakes) tahun 2021 Rp 5,865 triliun dari pagu yang dianggarkan Rp 7,42 triliun.

Pembayaran insentif oleh pihaknya diberikan untuk nakes dari berbagai fasilitas kesehatan menangani kasus Covid-19 di tingkat pusat.

Pernyataan itu disampaikan oleh Plt Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemenkes Kirana Pritasari.

“Untuk tahun 2021, ini sudah dibayarkan sebesar Rp 5,865 triliun kepada 12 tipe faskes. Memang yang terbesar memberikan pelayanan untuk Covid-19 adalah RS swasta, sehingga alokasinya juga menjadi besar,” kata Kirana dalam keterangan resminya, yang dikutip Jumat (3/9/2021).

Baca juga: Kemenag Alokasikan Rp 647 Miliar untuk Insentif 300.000 Guru Madrasah Non-PNS, Apa Saja Syaratnya?

Baca juga: Pilkades Serentak Ditunda, Pemkab Serang Jamin Insentif Panitia Dibayarkan

Para nakes menerima insentif itu adalah mereka yang bertugas di RS TNI Polri, RS Vertikal Kemenkes, RS BUMN, RS Kementerian/lembaga, Kantor Kesehatan Pelabuhan, RS Lapangan, RS Darurat, balai, laboratorium pusat, RS swasta lainnya

Kemudian juga diberikan kepada relawan, para dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), dan para dokter peserta internship.

Untuk tenaga kesehatan yang pembinaannya oleh pemerintah daerah, kata dia, insentif dibayarkan oleh pemerintah setempat.

Kemenkes melakukan proses pembayaran rata-rata setiap bulan mencapai Rp 800 miliar.

Namun angka ini bersifat fluktuatif, tergantung pada ketepatan pengajuan oleh faskes serta perkembangan kasus di daerah.

“Semakin tinggi kasus maka tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan juga semakin besar. Mungkin pada saat itu RS melakukan rekruitmen relawan, sehingga jumlah nakesnya juga meningkat,” ujarnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved