Breaking News:

Kolaborasi Kuliner Khas Banten dan Seni Visual Lewat 'Meramu Rempah Masa Lalu'

Meramu rempah masa lalu merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan untuk mendukung festival Daring Jalur Rempah untuk Dunia

Penulis: mildaniati | Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Mildaniati
Meramu Rempah Masa Lalu 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Mildaniati

TRIBUNBANTEN, KOTA SERANG - Meramu Rempah Masa Lalu merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan untuk mendukung Festival Daring Jalur Rempah untuk Dunia.

Kepala Museum Kepurbakalaan Banten Lama di bawah naungan Kasubag TU BPCB Banten, Fajar Satya Burnama, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan Banten sebagai satu simpul jalur rempah yang kaya dengan budaya dan kuliner.

Banten dikenal kaya akan rempahnya yaitu lada.

Lada menjadi komoditas utama perdagangan pada masa lampau.

"Target kegiatan ini adalah atraksi budaya untuk mendukung publikasi jalur rempah nusantara untuk dunia," jelasnya dalam keterangan pers yang diterima TribunBanten.com.

Baca juga: Wajib Nonton! Film Lada Cinta dan Persahabatan, Mengenang Banten dalam Sejarah Rempah Nusantara

Pelaksanaan kegiatannya yaitu tanggal (3/9/2021) dengan melibatkan Aziz Amri, jebolan Masterchef session 7 sebagai juru masak dua hidangan khas Banten yakni angeun lada dan aspic.

Aziz Amri juga berkolaborasi dengan lima seniman asal Banten.

Kegiatan memasak angeun lada itu dilakukan di Umah Kaujon Kota Serang.

Umah Kaujon memiliki buku resep masa lalu yang di dalamnya terdapat dua resep masakan khusus dengan menggunakan lada yaitu angeun lada dan aspic.

Kedua resep ini akan diramu guna memperkenalkan ciri khas masakan asli Banten sejak zaman Belanda ke seluruh penjuru dunia.

Pengambilan video memasak di Umah kaujon menampilkan proses memasak makanan khas Banten yang dikolaborasikan dengan penampilan seni visual dan musik.

Baca juga: Rekrutmen Peserta Muhibah Budaya Jalur Rempah Dibuka, Jelajahi Nusantara dengan KRI Dewaruci

"Kolaborasi food serve performance ini bertujuan agar penonton mendapatkan pengalaman baru dan segar dalam melihat seorang koki memasak dan menyediakan makanan tidak hanya dari balik dapur meja saja. Persinggahan menjadi kode dalam food serve performance," ucapnya.

Ia mengatakan Banten menjadi tempat persinggahan bangsa-bangsa yang berdatangan karena ladanya.

Representasi visual umah budaya Kaujon menjadi prototype Banten itu sendiri dalam hal persinggahan.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved