Breaking News:

Virus Corona di Banten

Pembelajaran Tatap Muka SMA/SMK Di Banten Diperbolehkan, Simak Tata Cara Pelaksanaannya

Pembelajaran tatap muka (PTM) untuk SMA/SMK di Provinsi Banten sudah bisa dilaksanakan sejak tanggal 1 September 2021.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Yudhi Maulana A
Tribunbanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan
ILUSTRASI - Suasana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di SMP Negeri 1 Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Rabu (18/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribunbanten.com, Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Pembelajaran tatap muka (PTM) untuk SMA/SMK di Provinsi Banten sudah bisa dilaksanakan sejak tanggal 1 September 2021.

Sekdis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, M. Taqwin pelaksanaan PTM ini berdasarkan intruksi dari 3 menteri dan juga arahan pak Gubernur.

"Namun pelaksanaannya tergantung di sekolah masing-masing," ujarnya saat dihubungi, Jumat (3/9/2021).

Sejak ditetapkannya aturan tersebut, beberapa sekolah ada yang sudah melaksanakan sejak tanggal 1 September 2021.

Kemudian ada juga yang baru akan melaksanakan di tanggal 6 September 2021.

"Kita serahkan kepada sekolah biar teknisnya seperti apa, mulai dari penjadwalan guru, penjadwalan ruangan dan penjadwalan siswa," terangnya.

Baca juga: Kemenag: Pesantren dan Madrasah Siap Gelar PTM Terbatas, Berikut Panduannya

Pelaksanaan PTM ini, kata dia, dilaksanakan secara terbatas dengan prokes yang ketat.

Di antaranya yaitu para guru SMA/SMK harus sudah divaksin.

"Kalau siswa diupayakan semuanya divaksin, namun tidak menjadi syarat bagi siswa untuk ikut PTM," ujarnya.

Sehingga bagi siswa yang belum divaksin pun, kata dia, diperbolehkan ikut PTM.

Adapun bagi orang tua yang tidak ingin anaknya mengikuti PTM, pihak sekolah atau guru harus tetap bisa menyediakan pembelajaran secara daring.

"Tapi responnya kebanyakan pada ingin PTM," ujarnya.

Baca juga: Baru Sehari PTM Digelar, Puluhan Pelajar di Jakarta dan Tangerang Malah Janjian Mau Tawuran

Kemudian jumlah siswa yang berada di dalam kelas pun harus dibatasi, yakni hanya 50% per kelas dan dilakukan secara bergantian.

"Pendidikan penting tapi kesehatan juga penting. Jadi harus tetap menjaga prokes," ujarnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved