Breaking News:

Cerita Guru SMAN 2 Kota Serang saat Mengajar Daring: Pernah Pergoki Murid Main Gim

Parida, guru SMAN 2 Kota Serang, menceritakan pengalaman menjadi pengasuh bagi para pelajar Papua di Kota Serang.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/AHMADTAJUDIN
Parida selaku guru dan pengasuh anak-anak Papua saat berada di SMAN 2 Kota Serang 

Sebab ketika siswa malas belajar, kata dia, bukan siswa yang dimarahi oleh gurunya.
Melainkan para guru itu, akan mengeluh kepada para pengasuh.

Selama membimbing para pelajar dari Papua itu, dia mengaku sempat merasa capek dan kewalahan.

"Kadang kalau merasa capek, ini harus pasrah atau maju. Kalau ibu selalu berfikirnya, harus maju, harus maju," ucapnya sambil tertawa.

Pihaknya berupaya menjalankan amanat dari pemerintah untuk mengasuh anak-anak dari Papua secara maksimal.

"Sebab kasian pemerintah, sudah membiayai mereka dan mengeluarkan uang banyak untuk mereka.
Ibu harus tetap maju, biar mereka pulang ke papua harus pintar dan disiplin," ujarnya.

Baca juga: Dugaan Penyelewengan Dana BOS untuk Tablet SMP di Pandeglang, Kejari akan Periksa 45 Kepala Sekolah

Baca juga: Pekan Pertama PTM di Semarang: Saling Bacok Tawuran Pelajar di Depan Sekolah, 1 Orang Terluka

Sejauh ini, kata dia, ada beberapa hal, yang membuatnya merasa kesulitan mengasuh anak-anak Papua.

Di antaranya yaitu perbedaan budaya.

Sebab apa yang mereka anggap sudah disiplin, kata dia, nilai kedisiplinan tidak sama.

"Kalau orang Papua segini tuh sudah disiplin, tapi menurut kita segini tuh belum," ujarnya.

Dia mencontohkan, ketika kelas daring akan dimulai. Dia mengecek di asrama. Namun ketika dilihat, kata dia, ada yang sedang mandi, ada yang asyik bermain telepon genggam dan lain sebagainya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved