Breaking News:

Damkar Cilegon Padamkan Enam Titik Kebakaran Lahan Kosong di Akhir Pekan Ini

Seluruh titik api tersebut merupakan lahan kosong yang ditumbuhi ilalang dan tumbuhan liar lainnya.

Penulis: Khairul Ma'arif | Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Khairul Maarif
Lahan kosong di Lingkungan Ciberko RT 03/04, Kelurahan Kalitimbang, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon terbakar 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Khairul Ma'arif

TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Anggota Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cilegon berhasil memadamkan enam titik api dari enam lokasi yang berbeda pada akhir pekan ini.

Seluruh titik api tersebut merupakan lahan kosong yang ditumbuhi ilalang dan tumbuhan liar lainnya.

Kepala Seksi Ops Pemadaman dan Kesiapsiagaan DPKP Cilegon, Nanung Eko Siswanto mengatakan memang selama musim panas ini banyak terjadi kebakaran lahan kosong.

"Tetapi akhir pekan ini yang paling luar biasa karena banyak yang harus dipadamkan sampai enam titik api yang harus dipadamkan," katanya saat dihubungi TribunBanten.com, Minggu (5/9/2021).

Dari semua peristiwa kebakaran ini untungnya tidak sampai memakan korban jiwa dan merembet ke rumah warga yang mengakibatkan kerugian materil.

Pria yang biasa disapa Pak Eko ini memperkirakan total lahan yang terbakar ini mencapai sekitar sepuluh hektar.

Baca juga: Masih Tidur Beralas Karung, Warga Kampung Pemulung Korban Kebakaran Tagih Janji Pemkot Tangsel

"Sabtu (4/9/2021) lima lahan yang terbakar dan Minggu (5/9/2021) satu yang terbakar jadi totalnya ada enam," tambahnya.

Dari enam lahan yang terbakar Kecamatan Cibeber yang paling banyak menyumbang sebanyak dua lahan kosong, yaitu di Kelurahan Kedaleman dan Cikerai.

Sementara empat sisanya berada di empat kecamatan yang berbeda yaitu, Kecamatan Gerogol tepatnya Kelurahan Tegal Bunder, Ciwandan tepatnya Kelurahan Tegalratu, Purwakarta tepatnya di Kelurahan Kotabumi, dan Citangkil tepatnya di Kelurahan Tamanbaru.

"Mayoritas penyebabnya hanya dua yaitu pembakaran sampah yang ditinggal dan puntung rokok yang dibuang sembarangan," ucap Eko.

Menurutnya, mayoritas penyebabnya ini dari kelalaian manusia sehingga dirinya menghimbau kepada masyarakat jangan sampai teledor membuang puntung rokok dan meninggalkan bakaran sampah begitu saja.

Lebih lanjut, Eko menuturkan ada dua titik api yang paling sulit untuk dipadamkan pada kebakaran yang terjadi selama dua hari belakangan ini.

Baca juga: Sedang Tertidur Pulas, Juhedi Panik Lihat Percikan Api Lalu Rumah Habis Terbakar

Hal tersebut dikarenakan lahan kosong yang terbakar ini berada di ketinggian 200 meter dari permukaan laut.

Dua lahan tersebut berada di Kelurahan Kotabumi dan Tegal Bunder.

"Terpaksa kita harus memadamkannya dengan cara manual karena jauh dari jangkauan unit pemadam yang memiliki sumber air," tuturnya.

Eko mengungkapkan lahan di Tegal Bunder yang terbakar mencapai tujuh hektar luasnya.

Sementara yang di Kotabumi luasnya sekitar tiga hektar.

"Di Tegal Bunder empat jam baru bisa kita padamkan sementara di Kotabumi memakan waktu selama dua jam," ungkapnya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved