Breaking News:

9 Tahun Kasus Dugaan Pelecehan di KPI, Baru Mendapat Penanganan Polisi Usai Viral di Media Sosial

Kasus dugaan pelecehan ini baru mendapat penanganan polisi usai viral di media sosial.

Penulis: Rizki Asdiarman | Editor: Rizki Asdiarman

MS mencoba mendatangi Komnas HAM untuk melaporkan peristiwa pelecehan pada 2017.

Baca juga: Petisi Boikot Saipul Jamil Tembus 200 Ribu, Minta KPI Larang Tampil di TV

Namun berdasarkan penilaian Komnas HAM saat itu, peristiwa tersebut masuk bentuk pidana sehingga harus ditangani oleh polisi.

Pada 2019, korban sempat mendatangi Polsek Gambir untuk membuat laporan terkait namun tak mendapat perhatian petugas yang memintanya menyelesaikan secara internal.

Kasus dugaan pelecehan ini baru mendapat penanganan polisi usai viral di media sosial.

Polres Metro Jakarta Pusat pun menerima laporan MS pada rabu 1 September 2021.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan akan memanggil lima terlapor dalam kasus dugaan pelecehan seksual dan perundungan berinisial RM, FP, RE, EO, dan CL.

Polisi juga akan memeriksa seorang supir yang disebut-sebut menjadi kawan berbagi MS selama dirundung di KPI pusat.

Sementara, KPI melakukan pemeriksaan internal terhadap delapan terduga pelaku.

Baca juga: Viral Dugaan Kasus Pelecehan di KPI Pusat, NasDem Hingga PSI Desak RUU PKS Segera Disahkan

Hasil pemeriksaan yang tertutup tersebut memutuskan menonaktifkan sementara tujuh pegawai yang diduga terlibat.

Di sisi lain, Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan akan menyelidiki dugaan pembiaran pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di KPI.

Komnas HAM juga masih mengumpulkan keterangan korban MS dan menyelidiki kembali sikap KPI serta kepolisian yang sempat membiarkan kasus tersebut sejak 2012.

Video Editor: Rizki Asdiarman 

Artikel ini sebagian telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved