Gara-Gara Perkara Buang Sampah, Rumah Warga di Serang Dipasangi Pagar Bambu Hingga tak Bisa Lewat
Mereka harus susah payah untuk keluar masuk rumah dengan melewati celah bambu dalam posisi menunduk.
Penulis: desi purnamasari | Editor: Yudhi Maulana A
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari
TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN SERANG - Warga Kampung Kabayan, Desa Bandung, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang tak bisa leluasa pergi keluar rumah karena terhalang pagar bambu yang dipasang oleh keluarganya.
Pantauan TribunBanten.com saat di lokasi, terdapat tiga rumah yang berjajar nampak sudah dipasang pagar bambu di halaman depan rumah sehingga hal ini membuat penghuni rumah untuk akses keluar masuk.
Pagar bambu tersebut terbentang menutupi akses pintu masuk pemilik rumah.
Terlihat pemilik rumah tampak sibuk pada saat mengangkut barang-barang rumah miliknya.
Mereka harus susah payah untuk keluar masuk rumah dengan melewati celah bambu dalam posisi menunduk.
Raman, pemilik rumah menuturkan bahwa peristiwa pemagaran tersebut terjadi pada Sabtu sore sekitar pukul 16.00 WIB.
Baca juga: Dedi Mulyadi Kaget Lihat Rumah Mewah Bak Istana Milik Kades, Sebut Penghasilannya Rp 30 Juta Sehari
Ia mengatakan bahwa hal tersebut bermula pada saat saudaranya hendak memagari pada halaman belakang rumah, namun di tegur oleh sang ibu.
"Iya kata ibu saya kenapa ko dipager nanti buang sampah nya gimana, tapi malah dia mencekik ibu saya ya saya tidak terima," katanya saat di lokasi, Senin (6/9/2021).
Dirinya langsung melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian karena menurut ada tindakan kekerasan kepada ibunya.
"Setelah saya melaporkan hal ini dia malah memagari depan rumah saya dan bilang bahwa keluarga saya di sini hanya menumpang," ujarnya.
Untuk menghidari hal yang tidak diinginkan ia dan keluarga mengosongkan rumahnya untuk sementara waktu sampai permasalahan ini dapat diselesaikan.
"Udah sekitar 4 hari kejadian dan dari awal kejadian saya dan keluarga langsung memutuskan untuk mengontrak sementara," katanya.
Baca juga: Tergiur Untung Besar, Dua Pria di Kabupaten Serang Ini Terjun Jadi Pengepul dan Bandar Judi Online
Hal itu lantaran dirinya dan keluarganya diancam, karena tanah yang ia tempat ini bukanlah milik keluarganya melainkan milik buyutnya.
Selain itu ia pun menuturkan dan berharap dapat melakukan musyawarah dan mufakat dengan pihak saudaranya akan hal ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/rumah-dipasang-pager-oleh-keluarga.jpg)