Breaking News:

Surat Terbuka MS Dianggap Berlebihan, Pegawai KPI Terduga Pelaku Pelecehan Ancam Lapor Balik Korban

Tim kuasa hukum terduga pelaku perundungan pegawai KPI menganggap surat terbuka korban MS tak ada bukti dan dianggap berbohong.

Kompas.com
Ilustrasi- seorang karyawan KPI Pusat curhat dirinya menjadi korban pelecehan dan bully oleh rekan kerjanya 

TRIBUNBANTEN.COMTim kuasa hukum terduga pelaku perundungan pegawai KPI menganggap surat terbuka korban MS tak ada bukti dan dianggap berbohong.

Pun menurut kuasa hukum terduga pelaku RM, Anton, kliennya hanya bercanda dengan korban MS kala itu.

"Ceng-cengan kan biasa, seperti dipanggil (nama daerah) disambut dengan (nama daerah) lagi," kata Anton, dikutip dari TribunJakarta.com, Selasa (7/9/2021).

Anton juga menilai bahwa candaan antara RM dan MS masih berada di dalam batas wajar.

"Nah itu hal yang biasa karena kebetulan saya juga di kantor juga hal biasa seperti itu."

"Tapi saya yakin teman juga kalau sudah akrab biasalah yang kaya begitu selagi itu masih dalam batas wajar," lanjutnya. 

Sementara kuasa hukum terduga pelaku EO dan RT, Tegar Putuhena, mengatakan ceng-cengan atau bercanda di lingkungan KPI biasa terjadi.

Tegar menganggap surat terbuka yang disampaikan korban berinisial MS terlalu berlebihan.

Baca juga: Terduga Pelaku Pelecehan Belum Mendapat Sanksi, Korban MS Akui Kecewa dengan Penanganan Internal KPI

Tampak ruang Sentra Visum dan Medikolegal lokasi MS menjalani pemeriksaan jiwa di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (6/9/2021).
Tampak ruang Sentra Visum dan Medikolegal lokasi MS menjalani pemeriksaan jiwa di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (6/9/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

"Kalaupun ada masalah yang dirilis itu tentang perbudakan kemudian ceng-cengan lah bahasa kita, itu hal yang biasa," kata Tegar, saat dikonfirmasi, Selasa (7/9/2021).

Dalam surat terbuka, MS menyebut dirinya kerap diminta membelikan makanan oleh para terduga pelaku.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved