Breaking News:

Kelompok Mahasiswa dan Masyarakat Cilegon Mengadu ke Ketua DPRD, Kecam Tindakan Represif Pamdal

Sejumlah masyarakat dan mahasiswa mendatangi Kantor DPRD Cilegon pada Selasa (7/9/2021).

Penulis: Khairul Ma'arif | Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Khairul Ma'arif
sejumlah masyarakat dan mahasiswa mendatangi Kantor DPRD Cilegon pada Selasa (7/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Khairul Ma'arif

TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Sejumlah masyarakat dan mahasiswa mendatangi Kantor DPRD Cilegon pada Selasa (7/9/2021).

Kedatangan mereka untuk menemui Ketua DPRD Cilegon, Isro Mi'raj di ruangannya untuk memprotes tindakan represif yang dilakukan Pengamanan Dalam (Pamdal) Kantor DPRD terhadap empat mahasiswa KAMMI sehari sebelumnya.

Diketahui memang empat mahasiswa dari organisasi KAMMI mendatangi rapat paripurna untuk memprotes rancangan perubahan APBD 2021 ini.

Atas aksi protes tersebut, empat mahasiswa ini diusir ke luar gedung.

"Kami ke sini mengecam tindakan represif Pamdal DPRD Cilegon yang sudah mencederai demokrasi," ujar perwakilan masyarakat, Ahmad Fariz di Kantor DPRD Cilegon, Selasa (7/9/2021).

Selain itu, Fariz bersama rekan-rekannya meminta diadakannya rapat dengar pendapat bersama DPRD Cilegon.

Baca juga: Rapat Perubahan APBD 2021 Didemo Mahasiswa, Ketua DPRD Cilegon: Saya Senang Dikritik

Ada juga Fatoni yang meminta ada hukuman yang diberikan kepada oknum Pamdal yang dinilai represif.

"Harapannya agar kejadian ini tidak terulang kembali karena Pamdal sendiri punya SOP yang tidak seperti ini," ucapnya.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa Syahrian Aleksander mengungkapkan bahwa pembahasan anggaran DPRD Cilegon yang dilakukan di Kota Tangerang melanggar peraturan yang dibuatnya sendiri.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved