Breaking News:

Sidang Korupsi Samsat Malingping Hadirkan 6 Saksi, Pemilik Tanah Mengaku Diminta Berbohong

Sidang yang dipimpin oleh majelis hakim Hosiana Mariana Sidabalok menghadirkan sebanyak 6 orang saksi.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Ahmad Tajudin
Sidang pokok perkara kasus dugaan korupsi terdakwa Samad pada pengadaan lahan UPT. Samsat Malingping kembali digelar. 

Laporan Wartawan Tribunbanten.com, Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG -  Sidang pokok perkara kasus dugaan korupsi pengadaan lahan UPT. Samsat Malingping dengan terdakwa Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Samsat Malingping, Samad kembali digelar, Selasa (8/9/2021).

Sidang yang dipimpin oleh majelis hakim Hosiana Mariana Sidabalok menghadirkan sebanyak 6 orang saksi.

Pada persidangan pertama majelis hakim membuka persidangan dengan dua orang saksi.

Saksi yang dimintai keterangan pertama yakni sodara Cicih Suarsih dan Asep Saepudin.

Cicih Suarsih merupakan pemilik tanah seluas 1.707 meter persegi, yang saat ini dijadikan bangunan UPT. Samsat Malingping.

Sedangkan Asep Saepudin merupakan tenaga honorer pada UPT. Samsat Malingping.

Saksi Cicih dalam keterangannya mengungkapkan bahwa pada tahun 2019. saksi Asep bersama bapaknya bernama Abdul, datang ke rumahnya untuk menawar tanah miliknya.

"(Abdul) Bapaknya pak Asep ke rumah, nanya tanahnya mau dijual ngga," ujar Cicih saat dipersidangan di Pengadilan Negeri Serang.

Baca juga: Kasus Korupsi Lahan Samsat Malingping Dilimpahkan ke Pengadilan, Kepala Samsat Segera Diadili 

Kemudian Cicih mengiyakan bahwa dirinya hendak menjual tanahnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved